Tribun Makassar
Kasus Aktif Covid-19 Hampir Tembus 2 Ribu, Penularan Omicron Meluas di Jakarta, Bagaimana Sulsel?
Dengan penambahan 7 pasien di Sulsel membuat angka komulatif penambahan pasien terkonfirmasi tembus 110.037 orang.
TRIBUN-TIMUR.COM, JAKARTA - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) merilis informasi terbaru terkait update Covid-19 di Sulawesi Selatan.
Dilansir data dari di akun sosial media Twitter @BNPB_Indonesia, Minggu (9/1/2022), terlihat provinsi dengan angka penambahan pasien terkonfirmasi terbanyak yakni, DKI Jakarta 393 pasien.
Diikuti Kepulauan Riau 24 pasien, Jawa barat 21 pasien, Banten 21 pasien, Jawa Timur 16 pasien dan DI Yogyakarta 10 pasien.
Sementara Sulawesi Selatan di angka 7 pasien.
Dengan penambahan 7 pasien di Sulsel membuat angka komulatif penambahan pasien terkonfirmasi tembus 110.037 orang.
Sementara untuk pasien sembuh naik 7 pasien.
Dengan penambahan 7 pasien sembuh di Sulsel membuat angka komulatif penambahan pasien sembuh tembus 107.755 pasien.
Untuk pasien positif yang meninggal tak bertambah, tetap di angka 2.241 pasien.
Artinya, pasien aktif Covid-19 di Sulsel di angka 41 pasien.
Angka itu didapatkan dari angka komulatif pasien terkonfirmasi dikurangi angka komulatif pasien sembuh, dikurangi lagi angka komulatif pasien positif meninggal.
Omicron Meluas di Jakarta
DKI Jakarta mencatat penularan virus corona varian Omicron yang terus meluas, baik kasus impor maupun transmisi lokal.
Total kasus per 9 Januari 2022 adalah 407 kasus, terdiri dari 350 kasus impor dan 57 kasus transmisi lokal.
Hal ini diiringi dengan penambahan kasus aktif Covid-19 yang hampir tembus di angka 2.000.
Kasus aktif Covid-19 di Jakarta per 9 Januari 2022 berjumlah 1.874 kasus.
Kasus aktif ini terus bertambah dan terpantau meningkat hampir empat kali lipat jika dibandingkan dengan kasus saat libur Natal 25 Desember lalu yang hanya mencapai 377 kasus.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta Dwi Oktavia mengatakan, meski kasus aktif meningkat, mayoritas kasus aktif terdeteksi dari pelaku perjalanan luar negeri.
"Perlu digarisbawahi bahwa 1.415 orang dari jumlah kasus aktif adalah pelaku perjalanan luar negeri," ucap dia.
Sedangkan kasus aktif dari penularan transmisi lokal hanya terdapat pada 393 kasus.
Hingga saat ini, total kasus Covid-19 di Jakarta secara keseluruhan mencapai 867.302 kasus.
Perinciannya, 851.839 kasus dinyatakan sembuh, 1.874 masih dalam perawatan, dan 13.589 orang meninggal dunia.
Omicron terus meningkat Penambahan kasus aktif Covid-19 di Jakarta ini berbanding lurus dengan temuan kasus Omicron.
Di Jakarta sendiri tercatat 350 kasus Covid-19 varian Omicron dengan penularan perjalanan luar negeri.
Sedangkan transmisi lokal sudah menembus 57 kasus.
Total keseluruhan kasus Omicron kini di angka 407 kasus.
Kasus ini berangsur meningkat seiring ditemukannya transmisi lokal di wilayah DKI Jakarta.
Berikut catatan penularan Omicron di Jakarta sejak ditemukan pada 16 Desember 2021:
16 Desember: 1 kasus transmisi lokal
17 Desember: 2 kasus impor
19 Desember: 2 kasus impor
23 Desember: 3 kasus impor
24 Desember: 13 kasus impor
25 Desember: 24 kasus impor, 1 kasus transmisi lokal
27 Desember: 1 kasus transmisi lokal
28 Desember: 3 kasus impor
29 Desember: 17 kasus impor, 1 kasus transmisi lokal
31 Desember: 68 kasus impor
Tahun 2022:
2 Januari: 12 kasus impor, 1 kasus transmisi lokal
3 Januari: 5 kasus impor, 7 kasus transmisi lokal
4 Januari: 90 kasus impor
7 Januari: 32 kasus impor, 28 transmisi lokal
8 Januari: 9 kasus impor, 13 transmisi lokal
9 Januari: 70 kasus impor, 5 transmisi lokal
Minta masyarakat waspada Dwi Oktavia meminta agar masyarakat selalu waspada terhadap penyebaran Covid-19, termasuk varian Omicron.
Selain Omicron dikenal lebih cepat menular, Dwi mengatakan, puluhan penyebaran transmisi lokal membuat varian tersebut semakin berbahaya.
Di sisi Pemprov DKI, Dwi menyebut Pemprov DKI akan terus meningkatkan pelacakan atau tracing untuk deteksi dini penyebaran Covid-19 di Jakarta.
"Target pelacakan ini telah Jakarta lampaui selama beberapa waktu. Dalam seminggu terakhir ada 88.084 orang dites PCR. Sementara itu, total tes PCR DKI Jakarta kini telah mencapai 743.310 per sejuta penduduk," tutur dia.
Sementara itu, proses vaksinasi Covid-19 juga masih terus berlangsung. Untuk Vaksinasi Program, total dosis 1 saat ini sebanyak 11.962.482 orang, dengan proporsi 70 persen merupakan warga ber-KTP DKI dan 30 persen warga KTP non-DKI.
"Sedangkan total dosis 2 kini mencapai 9.336.308 orang dengan proporsi 71 persen merupakan warga ber-KTP DKI dan 29 persen warga KTP non-DKI," ucap Dwi.(Tribun-Timur.com)