Breaking News:

Kemenkumham Sulsel

Kakanwil Kemenkumham Sulsel Apresiasi Pembinaan di Lapas Narkotika Sungguminasa

Sejak 2020, Lapas Narkotika Sungguminasa menjadi salah satu yang ditunjuk Ditjen Pemasyarakatan sebagai pelaksana program rehabilitasi WBP Narkotika.

Kemenkumham Sulsel
Harun Sulianto apresiasi pembinaan yang dilakukan jajaran Lapas Narkotika Klas II A Sungguminasa. 

TRIBUN-TIMUR.COM, SUNGGUMINASA - Kakanwil Kemenkumham Sulsel, Harun Sulianto mengapresiasi pembinaan yang dilakukan jajaran Lapas Narkotika Klas II A Sungguminasa, pada Senin (10/01/22).

Kepala Lapas Narkotika Klas II A Narkotika Sungguminasa, Andi Mohammad Syarif mengatakan pada tahun 2022 ini pihaknya akan melaksanakan program unggulan.

Program unggulan tersebut berupa Rehabilitasi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) Narkotika bekerja sama dengan BNNP, Balai Rehabilitasi Narkotika Baddoka, konselor adiksi, serta pihak terkait lainnya.

Sejak tahun 2020, Lapas Narkotika Sungguminasa menjadi salah satu Lapas yang ditunjuk Ditjen Pemasyarakatan sebagai pelaksana program rehabilitasi WBP Narkotika.

Tahun 2021 sebanyak 270 WBP sudah di rehabilitasi, dan pada tahun 2022 ini akan dilaksanakan kepada 440 orang WBP.

Andi Mohammad Syarif juga mengatakan pihaknya akan mengintensifkan pembinaan kepribadian.

Para WBP sangat antusias mengikuti pembinaan kepribadian.
Para WBP sangat antusias mengikuti pembinaan kepribadian. (Kemenkumham Sulsel)

Jumlah WBP yang saat ini aktif mengikuti kegiatan di masjid sebanyak 638 orang WBP.

Sebanyak 130 orang WBP ikut dirosa Alquran, dan tadarrus sebanyak 258 orang WBP.

Sementara penghafalan Al-Quran Juz 29 dan juz 30 sebanyak 70 orang, kegiatan tahsin Al-Quran diikuti 125 orang WBP, serta murottal Alquran sebanyak 55 orang.

Pembina kerohanian Lapas Narkotika Sungguminasa, Muhammad Arifai mengatakan bahwa selain itu WBP yang beragama Islam diajarkan Kajian Fiqh Ibadah, Jumat Ibadah, pelatihan ta'lim dan kultum.

Rencananya ke depan akan diadakan pelatihan dakwah dan khutbah bagi WBP yang telah memenuhi syarat.

”Alhamdulillah para WBP sangat antusias mengikuti pembinaan kepribadian dan selalu melakukan sholat berjamaah di masjid lapas dengan prokes cegah covid 19,“ kata Arifai.

Harapannya WBP dapat memperbaiki diri, menyadari kesalahannya, tidak mengulangi kembali tindak pidana yang dilakukan, sehingga memiliki bekal untuk berintegrasi kembali kepada masyarakat.

Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved