Breaking News:

Tribun Luwu Utara

Petani di Luwu Utara Keluhkan Tanaman Jagungnya Diserang Hama Tikus

Salah satu lokasi budidaya jagung berada di Desa Lara, Kecamatan Baebunta Selatan.

Penulis: Chalik Mawardi | Editor: Saldy Irawan
tribun-timur/chalik mawardi
Tanaman jagung yang diserang hama tikus di Desa Lara, Kecamatan Baebunta Selatan, Kabupaten Luwu Utara, Sulawesi Selatan, Senin (3/1/2022). 

TRIBUNLUTRA.COM, BAEBUNTA SELATAN - Jagung merupakan tanaman yang banyak dibudidayakan petani di Kabupaten Luwu Utara, Sulawesi Selatan.

Selain tanaman padi, kelapa sawit maupun kakao.

Salah satu lokasi budidaya jagung berada di Desa Lara, Kecamatan Baebunta Selatan.

Petani di desa ini sudah lama membudidayakan jagung.

Salah satu kendala utama tanaman jagung adalah serangan hama tikus.

Pengendalian hama ini sangat sulit dilakukan.

"Hama tikus masih jadi momok bagi petani jagung di sini," kata Ahwat, petani jagung di Desa Lara, Senin (3/1/2022).

Ahwat mengaku tidak dapat berbuat apa-apa jika tikus menyerang.

"Kalau tikus sudah terlanjur memakan jagung, kita hanya bisa pasrah, tidak ada obatnya," katanya.

Persoalan yang sama juga dialami petani jagung di Malangke.

Wilayah yang menjadi pusat budidaya jagung di Luwu Utara tidak luput dari serangan tikus.

"Serangan tikus tidak dapat kita prediksi, kadang tiba-tiba banyak, kadang juga hanya sedikit," kata Ilham Syamsuddin, petani di Malangke.

Menurut dia, jika jagung diserang tikus petani akan rugi besar.

Sebab modal budidaya jagung cukup besar.

"Modalnya untuk satu hektare biasa mancapai Rp 8 juta. Jika kita gagal panen makan hancur kita," tuturnya.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved