Tribun Makassar
Danny Pomanto Target PAD Tembus Rp2 Triliun Tahun Depan, Siap-siap Hotel dan Restoran Dipasangi CCTV
PAD Makassar detik-detik pergantian tahun hanya berada di angka Rp920 miliar.
Penulis: Siti Aminah | Editor: Muhammad Fadhly Ali
TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Wali Kota Makassar Moh Ramdhan 'Danny' Pomanto kembali menarget Pendapatan Asli Daerah (PAD) Rp2 triliun tahun 2022 mendatang.
Ini bukan kali pertamanya Danny Pomanto menggaungkan target PAD selangit.
Saat awal menjabat periode keduanya, Danny sudah menggembor-gemborkan pendapatan daerah hingga Rp2 triliun dengan memaksimalkan potensi PAD.
Bahkan, target PAD tersebut dimasukkan dalam visi misi Danny-Fatma saat mencalonkan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Makassar, yakni menuju PAD Rp2 triliun.
Hanya saja, impiannya tahun ini tak kesampaian. PAD Makassar detik-detik pergantian tahun hanya berada di angka Rp920 miliar.
Capai target pun belum, dimana target pada tahun ini sebanyak Rp1 triliun lebih
Dalam ajang refleksi akhir tahun yang diadakan oleh Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda), Danny Pomanto mengatakan sangat optimis mencapai target PAD tersebut.
"Kita di PAD itu menuju Rp2 triliun. Kalau perparkiran kita bisa benahi, kita bisa dapat 2 triliun. Khusus perparkiran tidak perlu dikasih naik harganya, yang ada saja," ucap Danny di Hotel Claro Makassar, Jl A.P Pettarani, Kamis (30/12/2021).
Kata dia, belum ada sejarah pemerintah daerah mendua kali lipatkan PADnya, karena itu ini menjadi kesempatannya untuk melalukan resolusi pendapatan.
"Salah satu penilaian keberhasilan Pemda adalah pendapatan, salah satu ukuran mensejahterahkan masyarakat adalah pendapatan, maka orientasi dari belanja saya rubah jadi orientasi pendapatan," tegasnya.
Terpisah, Plt Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Makassar, Firman Hamid Pagarra mengatakan, target PAD sesuai dengan APBD 2022 yang diketuk pada November 2021 lalu.
Rinciannya, pajak senilai Rp1,6 triliun, dan retribusi Rp400 miliar.
Adapun strateginya untuk mengejar target tersebut, yakni membuat master penataan reklame dan master digitalisasi pajak.
"Kami akan mencoba memberdayakan seluruh reklame dengan melihat potensi yang mereka miliki," kata Firman.
Firman menyampaikan, pihaknya sudah membuat aplikasi untuk reklame-reklame dan juga akan menggenjot perizinannya.
Sementara untuk digitalisasi pajak sudah mulai berjalan tahun ini, dimulai dari pembayaran Pajak Bumi dan Bangunan (PBB), sisa dimaksimalkan untuk sumber-sumber pajak lainnya.
"Kita akan lakukan ke jenis pajak lain," tegasnya.
Kemudian untuk pajak hotel dan restoran akan dipasangi CCTV untuk memantau jumlah pengunjung. (Tribun-Timur.com)