Breaking News:

Libur Natal

Libur Natal! Okupansi Hotel di Makassar Turun 20%, Sektor Wisata Belum Bergejolak 

Libur natal kali ini tidak berpengaruh pada naik okupansi hotel di Makassar. Justri sebaliknya tingkat hunia turun dan sektor wisata kurang bergejolak

muhammad abdiwan/tribun timur
Seorang karyawati hotel menata kamar di Hotel Clarion, Makassar, Kamis (3/10). (Tribun Timur/muhammad abdiwan) 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR-Libur Natal tidak berimbas pada okupansi hotel di Makassar.

Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) bersama Sulawesi Selatan (Sulsel) Anggiat Sinaga mengatakan, libur natal okupansi bukannya naik justru sebailiknya.

“Jika ada libur panjang ataupun seperti libur Natal, hunian hotel pasti sepi,” kata Anggiat Sinaga, Minggu (26/12).

Menurut Anggiat Sinaga, tingkat hunian hotel di Makassar rata-rata 30-35 persen di momen ini. Jadi terjadi penurunan sekitar 20 persen dibandingkan hari biasa yang bisa sampai 50-55 persen.

Keadaan tersebut, lanjut Anggiat Sinaga berbeda dengan beberapa daerah lainnya di Indonesia.

Misalnya saja di Bali, Yogyakarta, dan Lombok. Dimana saat libur Natal adalah waktu yang tepat untuk panen.

“Berbeda dengan Bali, Jogja atau Lombok. Libur Natal menjadi masa panen raya buat mereka,” kata Anggiat Sinaga

CEO Phinisi Hospitality memaparkan bahwa kondisi tersebut dipengaruhi pasar MICE pemerintah.

“Penyebabnya, Makassar itu pasar MICE pemerintah, dimana tidak ada kegiatan meeting di hari libur,” paparnya.

Beberapa hari jelang memasuki pergantian tahun pun, hotel di Makassar masih sepi.

Halaman
12
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved