Breaking News:

UNM

Putra Sulung Kepala Humas UNM Wisuda Doktor di UIN Alauddin

Putra Sulung Kepala Humas UNM Dr Burhanuddin yakni Chairul Iksan Burhanuddin mengikuti wisuda doktor di UIN Alauddin

Editor: Suryana Anas
Humas UNM
Putra Sulung Kepala Humas UNM Dr Burhanuddin yakni Chairul Iksan Burhanuddin mengikuti wisuda doktor di UIN Alauddin 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Putra Sulung Kepala Humas UNM Dr Burhanuddin yakni Chairul Iksan Burhanuddin mengikuti wisuda doktor di UIN Alauddin. Ia bergelar doktor bidang ekonomi Islam.

Dosen Yayasan Fakultas Ekonomi Bisnis Universitas Muhammadiyah Makassar Chairul Iksan Burhanuddin meraih gelar doktor dalam ilmu Ekonomi Islam dengan IPK akhir 3,79.

Pria kelahiran tahun 1988 ini berhasil mempertahankan disertasi dengan judul "Deskripsi Pasar Muamalah di Tengah Pasar Moderen".

Dr Burhanuddin sendiri kepada media mengatakan bangga terhadap pencapaian yang diperoleh anak sulungnya tersebut.

“Semoga dengan gelar doktor yang diraihnya saat ini mampu dimanfaatkan dengan baik khususnya untuk membagikan ilmu yang telah dimilikinya,” jelasnya dalam rilis yang diterima Tribun, Jumat (24/12/2021).

Dalam kesempatan berbeda, Chairul Iksan Burhanuddin mengatakan, penelitian ini diharapkan memberikan kontribusi khususnya pada empat poin penting.

Pertama, pengetahuan tentang pentingnya pasar muamalah dalam perekonomian saat ini.

Kedua, memberikan pemahaman mengenai pentingnya pemanfaatan dinar dirham dalam perekonomian dimana fungsinya sangat jelas berbeda dengan penggunaan mata uang fiat.

"Serta memberikan gambaran tentang bagaimana proses implementasi pasar muamalah yang dapat dilakukan oleh perwakilan pasar muamalah saat ini untuk mengatasi deskripsi, diantaranya mengupayakan legalitas, tempat, serta organisasi yang dapat menaungi pasar muamalah kedepannya," kata putra sulung pasangan Kepala Humas UNM Makassar, Dr Burhanuddin dengan Ketua Prodi Agro Teknologi Universitas Muslim Indonesia Dr. Ir. Suriyanti.

Tidak hanya itu, kata Chairul Iksan Burhanuddin penelitian ini mengusulkan konsep implementasi dinar dirham menjadi “e-dinar dan e-dirham” namun diperlukan inovasi dan pemanfaatan teknologi agar ketertinggalan penggunaan dinar dirham bisa sesuai dengan tuntutan sistem keuangan saat ini.

"Oleh karena itu diharapkan ada penelitian lebih lanjut untuk mengungkap fenomena pasar muamalah serta penggunaan dinar dan dirham agar dapat memberikan kontribusi yang lebih baik," jelas alumnus Universitas Muslim Indonesia ini.

Optimisme peneliti terhadap konsep pasar muamalah ini menjadikannya sebuah cita-cita agar implementasi pasar muamalah dan penggunaan dinar dirham dapat terwujud dimasa yang akan datang.

Chairul Iksan Burhanuddin menyebutkan, dalam melakukan penelitian terkait pasar disrupsi pasar mualah adalah terbatasnya jumlah informan bagi peneliti disebabkan adanya masalah hukum yang melibatkan pelaksanaan kegiatan pasar muamalah diseluruh Indonesia khususnya di kota Makassar.

"Terbatasnya penelitian mengenai pasar muamalah di Indonesia sehingga informasi awal terhadap kegiatan pasar muamalah masih sangat minim dari segi keilmuan. Walaupun terdapat berbagai keterbatasan yang dimiliki dalam proses penyelesaian disertasi ini, peneliti terus mencoba menggali informasi dan referensi lainnya guna memberikan kontribusi bagi pengembangan pasar muamalah dan penggunaan dinar dirham," tambahnya.

Ia menambahkan, lima pilar muamalah merupakan panduan dari Allah swt dan risalah dari Rasulullah saw yang didalamnya telah jelas terdapat pasar serta dinar dan dirham. Sehingga setiap umat muslim wajib untuk memperjuangkan hal tersebut. (*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved