Tribun Pinrang
Apes, Tiga Pengguna Jasa Joki Vaksin Abdul Rahim di Pinrang Akhirnya Divaksin
Ketiganya merupakan warga Lingkungan Rubae, Kelurahan Bentengnge, Kecamatan Watang Sawitto, Kabupaten Pinrang.
Penulis: Nining Angraeni | Editor: Saldy Irawan
TRIBUNPINRANG.COM, PINRANG - Tiga pengguna jasa joki vaksin Abdul Rahim di Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan, akhirnya disuntik vaksin.
Ia adalah Iqbal (28), Abidin (61) dan Basri (39).
Ketiganya merupakan warga Lingkungan Rubae, Kelurahan Bentengnge, Kecamatan Watang Sawitto, Kabupaten Pinrang.
Ketiganya secara sukarela mendatangi tempat vaksinasi untuk divaksin.
Kasi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular (P2PM) Dinas Kesehatan Kabupaten Pinrang, Barnabea, mengatakan ketiganya mengaku sadar jika tindakannya menggunakan joki itu kesalahan besar.
"Ketiganya datang sendiri ke tempat vaksinasi," kata Barnabea saat dikonfirmasi, Jumat, (24/12/2021).
Barnabea juga menuturkan, kalau ketiganya memang wajib untuk divaksin.
Pasalnya, namanya sudah terdaftar dalam penerima vaksinasi.
"Semua yang menggunakan jasa vaksin Abdul Rahim itu harus divaksin. Karena namanya sudah terdaftar," tuturnya.
Lebih lanjut, Barnabea mengatakan kalau ketiganya mengaku didatangi oleh Abdul Rahim ke rumahnya.
"Dari pengakuan ketiga orang ini, Abdul Rahim yang datang meminta fotocopy KTP mereka dengan alasan akan mendatangkan petugas vaksin. Namun, yang dia bawa malah kartu vaksin," ucapnya.
Sementara itu, salah satu pengguna joki vaksin, Iqbal (29) menuturkan jika Abdul Rahim datang ke rumahnya dan bertanya apakah ia sudah vaksin atau belum.
"Saya bilang belum. Lalu dia minta fotocopy KTP saya. Katanya nanti datang petugas untuk vaksin. Keesokan harinya, justru kartu vaksin yang dia bawa bukan petugas vaksin," kata Iqbal.
Dikatakan, Abdul Rahim meminta uang Rp 80 ribu untuk kartu vaksin tersebut.
"Dia minta Rp 80 ribu untuk satu kartu vaksin dosis pertama," terangnya.
Iqbal juga mengaku jika ia datang langsung ke tempat vaksin usai diperiksa oleh pihak kepolisian pada Selasa, (21/12/2021).
"Panggilan pertama itu kami dimintai keterangan. Lalu panggilan kedua hari Kamis itu kita disuruh menyetor kartu vaksin yang diberikan Abdul Rahim," ungkapnya.
Adapun pengguna joki vaksin lainnya yakni Abidin membayar Rp 100 ribu dan Basri Rp 120 ribu.
Sebelumnya diberitakan, Abdul Rahim (49), warga Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan, sudah menjadi joki vaksin selama tiga bulan.
Dalam rentang waktu tiga bulan itu, ia sudah disuntik vaksin Covid-19 sebanyak 17 kali.
Awal menjadi joki, Abdul Rahim menerima tawaran dari kenalannya untuk digantikan divaksin.
Setelah berhasil, ia kemudian mendapatkan pelanggan selanjutnya dari mulut ke mulut.
"Kalau menawarkan diri ke orang untuk digantikan vaksin itu pernah. Tapi, ada beberapa juga teman-teman yang langsung meminta," kata Rahim sapaan akrabnya, Selasa, (21/12/2021).
Dalam melancarkan aksinya itu, Rahim hanya membawa fotocopy KTP pelanggan ke lokasi vaksinasi.
"Bawa fotocopy KTP orang yang mau divaksin. Kemudian tunggu petugas panggil nama," bebernya.
Ia mengaku, petugas tidak mengenalinya meski menggunakan identitas orang yang ia wakili untuk divaksin.
"Kadang pakai masker kadang juga tidak," ucapnya.
Dalam sehari, Rahim pernah mendapatkan vaksinasi sebanyak tiga kali.
"Biasa dua kali sehari. Tapi pernah tiga kali sehari saya disuntik vaksin," ucapnya.
Rahim mengaku tidak merasakan efek dari vaksinasi tersebut.
"Tidak ada. Biasa saja," ucapnya.
Menurutnya, efek vaksin tidak ia rasakan karena sebelum dan sesudah vaksin ia meminum air kelapa.
"Saya minum air kelapa sebelum dan sesudah divaksin," tuturnya.
Lebih lanjut, Rahim mengaku jika sudah 15 orang yang ia wakili untuk divaksin Covid-19 demi mendapatkan kartu vaksin.
Rata-rata ke 15 orang tersebut adalah kenalan Rahim yang berada di lingkungan rumahnya.
"Rata-rata orang dikenal dan dekat rumah," imbuhnya.
Rahim mendapat upah Rp 100 ribu sampai Rp 800 ribu setiap kali mewakili orang untuk divaksin.
Alasan Rahim ingin divaksin untuk memenuhi biaya kebutuhan sehari-hari.
"Untuk kebutuhan sehari-hari karena saya buruh bangunan ji. Kalau ada yang panggil saya pergi," imbuhnya.
Laporan wartawan Tribunpinrang.com, Nining Angreani.