Breaking News:

Tribun Luwu Utara

15 Desa Jadi Lokasi Program Perlindungan Anak Sektor Kakao di Luwu Utara

Pemda Luwu Utara bekerjasama Perkumpulan Wallacea dengan Yayasan Save The Children Indonesia yang didukung oleh PT Mars.

Penulis: Chalik Mawardi | Editor: Saldy Irawan
humas
Lokakarya mempromosikan Kabupaten Luwu Utara menuju Kabupaten Layak Anak (KLA) di Hotel Bukti Indah Masamba, Senin (28/12/2021). 

TRIBUNLUTRA.COM, MASAMBA - Sebanyak 15 desa di Kabupaten Luwu Utara, Sulawesi Selatan, menjadi lokasi program perlindungan anak di sektor kakao.

Program tersebut merupakan kolaborasi Pemda Luwu Utara bekerjasama Perkumpulan Wallacea dengan Yayasan Save The Children Indonesia yang didukung oleh PT Mars.

Secara umum program ini bertujuan untuk melindungi hak-hak anak dan mempromosikannya melalui sistem perlindungan anak berkelanjutan khususnya di area rantai pasok PT Mars.

"Secara khusus untuk memperkuat sistem perlindungan anak dan meningkatkan kapasitas masyarakat, pemerintah, dan rantai pasok kakao untuk turut memastikan keselamatan, kesejahteraan, dan perkembangan anak-anak serta mengurangi risiko keberadaan pekerja anak," kata Asrul selaku Program Manager Perlindungan Anak Sektor Kakao dari Perkumpulan Wallacea, Senin (20/12/2021).

Hal tersebut disampaikan Asrul pada Lokakarya Mempromosikan Kabupaten Luwu Utara menuju Kabupaten Layak Anak (KLA) yang berlangsung di Aula Hotel Bukit Indah Masamba.

Adapun desa yang menjadi lokasi program tersebut diantaranya Pincara, Sepakat, Bumi Harapan, Mario, Baebunta, Bakka, Dandang, Kalotok, Tete Uri, dan Bone Subur sebagai desa core atau desa inti.

Sementara lima desa lainnya merupakan desa satelite.

Diantaranya Pute Mata, Sassa, Salama, Buntu Terpedo, dan Batu Alang.

Adapun kegiatan yang akan dilaksanakan meliputi pembentukan Perlindungan Anak Terpadu Berbasis Masyarakat (PATBM) di tingkat desa.

Pelatihan management kasus, pelatihan bagi cocoa doctor dan kader masyarakat, studi dasar pola pengasuhan di kalangan keluarga petani kakao, dan TOT pola pengasuhan dengan komponen sensitive gender selama 1 tahun ke depan.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved