Tribun Selayar
504 Rumah Warga Selayar Rusak Akibat Gempa, Bantuan Logistik Belum Disalurkan
Gempa 7,4 magnitudo menguncang Larantuka, Nusa Tenggara Timur (NTT), Selasa (14/12/2021).
Penulis: Firki Arisandi | Editor: Sudirman
TRIBUNSELAYAR.COM, BENTENG - Gempa 7,4 magnitudo menguncang Larantuka, Nusa Tenggara Timur (NTT), Selasa (14/12/2021).
Getaran gempa yang berpotensi menyebabkan tsunami itu, tidak hanya dirasakan oleh warga NTT saja.
Beberapa kabupaten di Sulawesi Selatan (Sulsel), juga ikut merasakan adanya getaran.
Salah satunya adalah Kabupaten Kepulauan Selayar.
Kabupaten berjuluk Tana Doang itu, bahkan sempat masuk dalam zona orange alias zona siaga tsunami.
Dua kecamatan terkena dampak yang cukup parah dari gempa itu.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Selayar, Ahmad Ansar mengatakan, dua kecamatan yang terdampak parah adalah Kecamatan Pasilambena dan Pasimarannu.
Dua kecamatan itu cukup jauh dari Ibukota Selayar di Kecamatan Benteng.
"Butuh waktu sekitar 18 jam perjalanan laut untuk bisa sampai ke lokasi itu," ujarnya, Rabu (15/12/2021).
BPBD Selayar mencatat, sebanyak 504 rumah warga rusak akibat gempa.
"Ada sebanyak 504 rumah rusak itu Kecamatan Pasilambena dan Pasimarannu, rusak parah sekitar 274," kata Ansar kepada tribun-timur.com, via sambungan telepon.
Yang masuk kategori rusak parah adalah rumah yang sudah tidak layak huni.
Ada yang rata dengan tanah, ada juga hancur.
Ansar membeberkan, jika saat ini belum ada distribusi logistik ke dua kecamatan itu.
Bantuan sementara ditampung di Kantor BPBD Selayar.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/salah-satu-rumah-warga-yang-terdampak-gempa-di-kecamatan-pasimarannu-54.jpg)