Tribun Soppeng

Petani yang Hanyut di Sungai Batu-batu Soppeng Ditemukan Meninggal Dunia

Adalah Dihan atau Tamma (50), yang ditemukan dalam keadaan meninggal dunia.

humas
Seorang petani yang tenggelam di sungai di Kelurahan Batu-batu, Kecamatan Marioriawa, Kabupaten Soppeng, kini ditemukan, Sabtu (11/12/2021). 

TRIBUNSOPPENG.COM, MARIORIAWA - Seorang petani yang tenggelam di sungai di Kelurahan Batu-batu, Kecamatan Marioriawa, Kabupaten Soppeng, kini ditemukan, Sabtu (11/12/2021).

Adalah Dihan atau Tamma (50), yang ditemukan dalam keadaan meninggal dunia.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Soppeng, Sharani mengatakan, bahwa tim SAR gabungan yang melakukan pencarian berhasil menemukan korban sekitat pukul 14.45 Wita.

"Korban ditemukan dalam keadaan meninggal dunia, sekitar 1 km dari lokasi terakhir terlihatnya korban," katanya.

Tim SAR gabungan yang melakukan penyisiran di Sungai Batu-batu awalnya hanya sekadar melihat sesuatu yang mirip rambut timbul tenggelam di permukaan air.

"Awal mulanya korban ditemukan hanya terlihat rambutnya yang selalu naik turun ke permukaan air, selanjutnya tim SAR gabungan langsung mengevakuasi korban ke rumahnya," katanya.

Tamma dikabarkan hanyut di sungai pada Jumat (10/12/2021) kemarin.

Menurut salah satu personel TRC BPBD Kabupaten Wajo, Rudinan, mulanya Tamma menginap di rumah kebunnya di seberang sungai.

"Sekitar jam 10 korban menelpon keluarganya untuk pulang shalat jum'at. Sekitar pukul ada seorang warga yang melihat sangat jelas bahwa ada seorang warga yang tenggelam di sungai," katanya.

Bahkan, menurut pengakuannya saksi tersebut, dia sempat melihat kepalanya dan tangannya seperti orang minta tolong.

Seketika saksi yang perempuan itu lari masuk dalam rumah mengambil HP untuk mengambil video.

Setelah keluar orang itu sudah hilang di Sungai Batu-batu dan pengakuannya korban pakai baju hijau. Saksi diketahui tidak bisa berenang sehingga tidak melakukan pertolongan.

Pihak keluarga sudah memeriksa di lokasi kebunnya dan didapatkan sudah tidak ada dan ponsel Tamma juga sudah tidak dapat dihubungi.

Sebagaimana diketahui, kejadian orang tenggelam di Kabupaten Soppeng adalah yang ketiga kalinya dalam sepekan.

Pada Senin (6/12/2021), seorang bocah kelas 2 SD bernama Akbar (8) tenggelam di Desa Leworeng, Kecamatan Donri-donri. Akbar ditemukan sehari setelahnya dalam keadaan meninggal dunia.

Lalu, pada Selasa (7/12/2021), giliran bocah 2 tahun bernama Afkar Alfatih (2) di Kelurahan Cabbenge, Kecamatan Lilirialau juga dikabarkan tenggelam.

Namun, hingga hari kelima pencarian bocah 2 tahun yang dikabarkan hanyut di luapan air Sungai Walennae itu belum ditemukan.(*)

  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved