Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Kesan Kolega Profesor Wahyuddin Naro, Rektor UIN: Ia Administratur dan Penghafal Aturan yang Mumpuni

Wakil Rektor II Universitas Islam Negeri atau UIN Alauddin Makassar Prof Dr H Wahyuddin Naro M Hum (54), dikukuhkan sebagai Guru Besar

Penulis: Thamzil Thahir | Editor: Edi Sumardi
DOK PRIBADI
Wakil Rektor II UIN Alauddin Makassar, Prof Dr H Wahyuddin Naro M Hum 

Kepada Tribun-Timur.com usai pengukuhan, Syahrir mengaku mengenal Wahyuddin Naro sejak masih jadi aktivis dan dosen muda di IAIN Alauddin.

“Pak Warek II ini memang gesit, pekerja keras, dan punya silaturahim yang baik,” ujar Syahrir.

Wakil Sekretaris Tanfidiyah PW NU Sulsel, Bakhtiar MA Saleh (57) yang juga sahabat aktivis Wahyuddin Naro di Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) awal dekade 1990-an, juga memberi kesan berbeda.

Mantan Direktur Lakpesdam NU menyebut, Wahyuddin Naro sejak masa mahasiswa sebagai sosok bersahabat dan punya jaringan luas, dan organisatoris sejati.

“Seandianya Naro bukan PNS, saya yakin dia sudah lama jadi anggota DPR,” ujarnya.

Disebutkan, Wahyuddin Naro yang aktif di Pemuda Pancasila, KNPI, dan organisasi kemasyarakatan lain, sejak dulu selalu berada dalam pusaran konflik.

“Namun karena pandai merawat silaturahim, dia tak pernah terlihat konflik terbuka dengan pihak lain, justru dia bisa mengkomunikasikan pihak berkonflik,” ujarnya.

Bakhtiar menyebut Wahyuddin Naro sebagai sosok yang telaten merawat silaturahim.

“Masak di acara pengukuhan guru besar, dia masih sempat menghadirkan ibu-ibu tukang masaknya saat jadi santri di IMMIM tahun 1980-an lalu,” ujar Bakhtiar yang juga hadir di acara pengukuhan.

Dr Zulhasary Mustafa, dosen Fakultas Syariah UIN Alauddin menyebut Wahyuddin Naro sebagai ‘senior pembimbing yang sabar.”

“Kak Naro inilah yang banyak mengkomunikasikan kerja-kerja adik-adik dengan senior PMII, antara dosen muda dan guru besar,” ujar Zulhasary Mustafa yang kini menjabat Sekretaris Komisi Disiplin dan Etik UIN Alauddin.

Dalam acara pengukuhannya, Wahyuddin Naro mengajak sekitar 47 guru besar dan 800-an tetamu mengirim bacaan Alfatihah kepada almarhum kedua orangtuanya.

Hadirin tertegun saat Wahyuddin Naro mengajak hadirin mengirim bacaan ummul quran itu kepada orangtuanya.

Bahkan Ahmad Thib Raya mengaku bangga dan mengeluarkan air mata, saat Wahyuddin Naro mengajak hadirin mengirim Alfatihah ke kedua orangtuanya.

"Naro ini langsung mengamalkan bagaimana pendidikan karakter, dengan birru walidain," kata Ahmad Thib Raya.

Halaman
123
Sumber: Tribun Timur
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved