Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Tribun Wiki

Sejarah Kelurahan Tanah Kongkong Bulukumba dan Kisah Bala Tentara Gowa

Kelurahan Tanah Kongkong merupakan salah satu kelurahan tertua di Kecamatan Ujung Bulu, yang menjadi pusat Kota Bulukumba

Penulis: Firki Arisandi | Editor: Suryana Anas
TRIBUN-TIMUR.COM/FIRKI ARISANDI
Lurah Tanah Kongkong, Alamsyah Andi Adnan. 

TRIBUNBULUKUMBA.COM, UJUNG BULU - Nama Tanah Kongkong sudah menjadi hal biasa bagi masyarakat Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan (Sulsel).

Pasalnya, itu adalah nama salah satu kelurahan di Kecamatan Ujung Bulu.

Berdasarkan data Ujung Bulu dalam Angka 2020, yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah penduduk Tanah Kongkong tercatat sebanyak 6.616.

Luas wilayahnya sebesar 1,6 kilometer persegi.

Kelurahan ini merupakan salah satu kelurahan tertua di Kecamatan Ujung Bulu, yang menjadi pusat Kota Bulukumba.

Meski nama itu sudah lazim di Bulukumba, namun para pendatang menganggap itu tak lazim.

Karena jika di artikan dalam Bahasa Indonesia, Tanah Kongkong berarti 'Tanah Anjing'.

Dalam bahasa Makassar, kongkong berarti anjing.

Namun, apakah ada kaitannya antara anjing dengan nama kelurahan itu?

TribunBulukumba.com, telah menanyakan sejarahnya kepada Lurah Tanah Kongkong, Alamsyah Andi Adnan, Kamis (2/12/2021).

Dia menceritakan, bahwa kisah Tanah Kongkong memang tercatat di dalam Lontara.

"Awal berdirinya kelurahan Tanah Kongkong, karena ada sejarahnya di Lontara, itu terkait dengan pertikaian Kerajaan Bone dan Gowa karena perebutan wilayah," kata dia.

Kenapa dikatakan Tanah Kongkong, lanjut dia, karena pada saat itu punggawa-punggawa dan bala tentara Gowa berangkat melalui perahu.

Mereka berlabuh di Muara Sungai Teko.

"Bala tentara ini memang membawa anjing, disitulah (pinggir Sungai Teko) tempat peristirahatan mereka dengan membuat tenda," lanjutnya.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved