Breaking News:

Beda Nasib, Satpol PP Gowa Mardani Hamdan Sebentar Lagi Bebas Penjara Disaat Ivan & Riyana Ditahan

Nasib Mardani Hamdan sepertinya berbanding terbalik dengan Ivan dan Riyana kini.

Editor: Waode Nurmin
TRIBUN TIMUR
Momen Nur Halim dan Ariyana, pasangan suami istri di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan (Sulsel) menjadi korban penganiayaan Sekretaris Satpol PP Gowa, Mardani Hamdan pada Juli 2021. 

TRIBUN-TIMUR.COM-  Bagaimana kabar terbaru eks Sekretaris Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Gowa, Mardani Hamdan, yang pernah viral dulu karena pemukulan?

Nasib Mardani jadi pertanyaan setelah dua korban pemukulannya, Ivan dan Riyana resmi di tahan di Polres Gowa.

Setelah viral Juli 2021 kemarin, Mardani memang langsung diproses hukum.

Dia dilaporkan Ivan atas kasus penganiayaan.

Namun sepertinya Mardani sebentar lagi akan hirup udara bebas.

Awal November 2021 kemarin, Mardani dijatuhi vonis 5 bulan penjara oleh hakim Pengadilan Negeri Sungguminasa.

Mardani terbukti bersalah melakukan tindak pidana penganiayaan kepada Riyana.

"Menjatuhkan pidana terhadap terdakwa dengan pidana penjara selama 5 (lima) bulan. Menetapkan masa penangkapan dan penahanan yang telah dijalani terdakwa dikurangkan seluruhnya dari pidana yang dijatuhkan," dikutip dari SIPP PN.

Kuasa Hukum Mardani Hamdan, M Syafril Hamzah membenarkan hal tersebut.

Dia menyebut, kliennya telah divonis lima bulan penjara.

"Iya sudah vonis 5 bulan," katanya saat dikonfirmasi, Kamis (4/11/2021) malam.

Jika menghitung masa tahanan dengan vonis yang diberikan hakim, kemungkinan Mardani sisa menjalani hukuman penjara kurang lebih satu bulan saja.

Sebab Mardani Hamdan resmi ditahan pada 19 Juli 2021.

Nasib Mardani sepertinya berbeda dengan Ivan dan Riyana kini.

Pasutri itu resmi ditahan di Mapolres Gowa sejak Senin 29 November 2021.

Keduanya dijerat pasal 14 ayat 1 UU No 1 tahun 1946 tentang hukum pidana dan atau pasal 45 a ayat 2 UU ITE dengan ancaman hukuman 10 tahun penjara.

Mereka dilaporkan Ormas karena menyebar berita bohong, dengan mengaku sedang hamil sehingga membuat kehebohan.


Kronologi

Operasi penegakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) skala mikro di Gowa terus berlanjut, Rabu (14/7/2021) malam.

Ada empat tim yang dikerahkan dalam penegakan PPKM skala mikro ini dan menyasar berbagai tempat yang ada di Butta bersejarah.

Tim 4 yang dipimpin Sekertaris Daerah (Sekda) Kabupaten Gowa, Hj Kamsina menyasar warkop. 

Di daerah Panciro, petugas mendengar suara musik cukup keras. Petugas gabungan kemudian memeriksa Warkop Ivan. 

Kedatangan Tim 4 di warkop ini berakhir perkelahian antara satpol PP dengan pemilik warkop dan videonya kini viral di media sosial.

Di video itu, seorang Satpol PP Gowa yang di dadanya tertulis nama Dhani, adu mulut dengan pemilik warkop.

"Mana surat izin ini kafe saya mau lihat," kata Satpol PP itu sembari menghampiri seorang wanita yang duduk di sofa dan merupakan pemilik warkop. 

"Pelan-pelan pak, orang lagi hamil pak, santai pak," kata suami si wanita sambil merekam video.

Perdebatan berakhir dengan pemukulan pemilik warkop oleh anggota Satpol PP bernama Dhani.

Istrinya yang menurut informasi bernama Riyana langsung berdiri dan melempar kursi ke Satpol PP saat melihat suaminya dipukul.

Mardani kemudian memukul wanita tersebut

Kericuhan dapat dilerai oleh anggota Satpol PP lainnya dan seorang polisi yang ikut dalam patroli PPKM ini.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved