Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Tribun Palopo

Aturan Baru, Pelajar SD & SMP Palopo Dilarang Ikut Belajar Tatap Muka Jika Orangtuanya Belum Vaksin

Siswa SMP dan SD sederajat di Kota Palopo, Sulawesi Selatan dilarang ikut Pembelajaran Tatap Muka (PTM) apabila orangtuanya belum divaksin Covid-19.

Penulis: Arwin Ahmad | Editor: Sudirman
Humas Pemkot Palopo
Wali Kota Palopo HM Judas Amir memantau pelaksanaan PTM perdana disalah satu SD, pada 13 September 2021 lalu 

TRIBUN-TIMUR.COM, PALOPO - Siswa SMP dan SD sederajat di Kota Palopo, Sulawesi Selatan dilarang ikut Pembelajaran Tatap Muka (PTM) apabila orangtuanya belum divaksin Covid-19.

Kebijakan tersebut berdasarkan surat edaran Dinas Pendidikan Kota Palopo nomor 421/1945/Disdik/XII/2021 terbit 1 Desember 2021.

Dalam surat itu, berisikan siswa yang tidak dapat menunjukkan fotocopy bukti vaksin orangtunya, tidak diperkenankan ikut PTM.

Dalam SE itu juga, siswa diberikan waktu paling lambat sampai 6 Desember menunjukkan bukti vaksin yang diminta.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Palopo, Syahruddin mengatakan, kebijakan tersebut berdasarkan keputusan dari hasil rapat Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) terkait evaluasi vaksin.

“Surat itu terbit menindaklanjuti hasil rapat Pemerintah Kota Palopo bersama Forkopimda tadi," kata Syahruddin dikonfirmasi, Selasa (1/11/21) malam.

Di mana dalam keputusan Forkopimda ini, sebagai upaya memaksimalkan progres vaksinasi maka diberlakukan edaran tersebut.

Lebih lanjut Syahruddin menjelaskan, siswa yang tidak mampu menunjukkan bukti vaksin orang tuanya, tetap boleh mengikuti pembelajaran.

Akan tetapi tidak dengan tatap muka, melainkan daring atau online.

“Tetap bisa mengikuti pembelajaran namun secara daring dari rumah,” ucapnya.

Hal tersebut kata dia, sebagai upaya pemerintah agar masyarakat bisa secepatnya mengikuti vaksinasi.

Itu juga dalam rangka memutus mata rantai penyebaran Covid 19.

“Forkopimda tadi maunya seperti itu agar vaksinasi ini lebih digenjot lagi, mengingat vaksinasi di Kota Palopo baru menyentuh angka 60 persen,” sebutnya.

Sementara siswa sendiri, kata Syahruddin, masih ada sekitar 3.800 orang yang belum mengikuti vaksin.

Syahruddin berharap, masyarakat dan orang tua sadar tentang pentingnya vaksinasi.

“Ini demi lancarnya program pendidikan di Kota Palopo, selain itu, para siswa juga bisa saling menjaga dari paparan Covid-19,” imbuhnya. (*)

Sumber: Tribun Timur
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved