Warga Indonesia Belum Pasti Bisa Umrah Mulai 1 Desember, Penjelasan Kemenag
Pemerintah Arab Saudi mengizinkan kembali pendatang dari enam negara, termasuk Indonesia, masuk langsung ke negara itu tanpa harus transit di negara
Skenario tersebut antara lain berkenaan dengan one gate policy (kebijakan satu pintu), skema karantina, validasi sertifikat vaksin dan hasil PCR, manasik umrah di masa pandemi, serta lainnya.
"Dengan Kemenhaj Saudi, kita juga akan bahas skema dan durasi waktu karantina di Saudi, proses pengurusan visa, paket layanan, termasuk jadwal pergerakan dan masa tinggal jemaah selama di Tanah Suci," jelas Hilman Latief.
Bangkitkan kepercayaan
Ketua Umum Asosiasi Muslim Penyelenggara Haji dan Umrah Republik Indonesia (AMPHURI), Firman M Nur mengungkapkan, pemerintah kini berupaya membangkitkan kembali kepercayaan Pemerintah Arab Saudi terkait penyelenggaraan umrah.
Pemerintah Indonesia berupaya agar tidak ada masalah terkait pemberangkatan jamaah umrah ke Tanah Suci.
"Karena target Pak Dirjen dan Gus Menteri adalah zero accident. Kita mau trust kembali lagi ke Indonesia," ujar Firman kepada Tribun Network, Jumat (26/11/2021).
Firman M Nur mengungkapkan saat pemberangkatan umrah pada tahun lalu, para jamaah Indonesia banyak yang tak mengikuti aturan karantina yang sudah ditetapkan.
Alhasil, mereka diwajibkan untuk menjalani karantina lebih lama oleh otoritas Arab Saudi.
Bahkan jamaah Indonesia ditangguhkan untuk berangkat umrah.
"Waktu itu para jajamaahmaah mencoba tidak di kamarnya. Memang tidak keluar hotel, tapi pindah-pindah kamar, silaturahim segala macam. Akhirnya ditetapkan mereka dikarantina lebih panjang. Ini kan rugi," ungkap Firman M Nur.
"Karena kesalahan itu kita di-suspend. Jangan terjadi lagi suspend," tambah Firman M Nur.
Firman M Nur mengungkapkan pemerintah tidak ingin lagi Indonesia ditangguhkan keberangkatan umrahnya.
Karena itu saat ibadah umrah diizinkan kembali pada 1 Desember nanti, pemberangkatan awal akan diikuti oleh pimpinan penyelenggara umrah.
"Kami tidak mau itu terjadi kembali, makanya besok ketika dibuka sepakat dengan Kemenag. Pertama kali yang mencoba adalah pimpinan penyelenggara," kata Firman M Nur.
Berdasarkan kabar yang dilansir Al-Arabiya, saat pintu kedatangan di Arab Saudi dibuka, para pendatang dari enam negara itu tetap diwajibkan menjalankan karantina selama lima hari di fasilitas yang ditentukan pemerintah.