Breaking News:

Virus Corona

Mengenal B.1.1.529 Varian Baru Virus Corona yang Membuat Dunia Menjadi Cemas

Varian yang diberi nama B.1.1.529 dianggap berbahaya dan lebih menular ketimbang varian Delta yang sudah ada sebelumnya.

Editor: Muh. Irham
FREEPIK via Tribunnews.com
ilustrasi virus corona 

TRIBUN-TIMUR.COM - Baru-baru ini, organisasi kesehatan dunia (WHO) mengabarkan mengenai munculnya varian baru virus corona di Afrika Selatan.

Varian yang diberi nama B.1.1.529 dianggap berbahaya dan lebih menular ketimbang varian Delta yang sudah ada sebelumnya.

Kehadiran varian baru ini membuat dunia cemas. Uni Eropa, Inggris dan India sudah mengumumkan kontrol perbatasan yang lebih ketat ketika para ilmuwan berusaha untuk menentukan apakah mutasi virus tersebut resisten terhadap vaksin Covid-19 atau tidak.

Berikut seluk beluk mengenai varian baru Covid-19 yang mencemaskan tersebut yang dikutip dari Channel News Asia, Sabtu (27/11): Dimana dan kapan varian baru Covid-19 ditemukan? 

Ilmuwan Afrika Selatan mendeteksi sejumlah kecil varian Covid-19 yang disebut B.1.1.529 pada Selasa (23/11), dalam sampel dari 14 November hingga 16 November 2021.

Pada hari Rabu (24/11), para ilmuwan Afrika Selatan mengurutkan lebih banyak genom, memberi tahu pemerintah bahwa mereka khawatir dan meminta Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) untuk mengadakan pertemuan kelompok kerja teknisnya tentang evolusi virus Covid-19 ini pada Jumat (26/11).

Afrika Selatan telah mengidentifikasi sekitar 100 kasus varian, sebagian besar dari provinsi terpadatnya, Gauteng.

Dimana saja varian baru Covid-19 ini telah teridentifikasi? 

Ilmuwan Afrika Selatan mengatakan tanda-tanda awal dari laboratorium diagnostik menunjukkan virus itu telah menyebar dengan cepat di Provinsi Gauteng dan mungkin sudah ada di delapan provinsi lainnya di Afrika Selatan.

Tingkat infeksi harian negara itu hampir dua kali lipat pada Kamis (25/11) menjadi 2.465 kasus. Badan Nasional untuk Penyakit Menular (NICD) Afrika Selatan tidak mengaitkan kenaikan kasus itu dengan varian baru Covid-19, meskipun ilmuwan lokal menduga itu adalah penyebabnya.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved