Breaking News:

Tribun Gowa

Husniah Talenrang Bahas Kepemimpinan Perempuan di Latsus Kohati Nasional

Di hadapan peserta latihan khusus Kohati tingkat nasional yang berlangsung di gedung Balai Besar Pendidikan dan Pelatihan Kesejahteraan Sosial (BBPPKS

Editor: Imam Wahyudi
ist
Peringatan Hari Guru Nasional 25 November 2021, diisi anggota DPRD Gowa, Husniah Daeng Talenrang, dengan berbagi ilmu kepemimpinan perempuan kepada pengurus dan kader Korps Himpunan Mahasiswa Islam (HMI)-Wati atau Kohati. 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Peringatan Hari Guru Nasional 25 November 2021, diisi anggota DPRD Gowa, Husniah Daeng Talenrang, dengan berbagi ilmu kepemimpinan perempuan kepada pengurus dan kader Korps Himpunan Mahasiswa Islam (HMI)-Wati atau Kohati.

Di hadapan peserta latihan khusus Kohati tingkat nasional yang berlangsung di gedung Balai Besar Pendidikan dan Pelatihan Kesejahteraan Sosial (BBPPKS), Jl Perintis Kemerdekaan, Makassar, Husniah Daeng Talenrang memaparkan materi servent leadership, mengkokohkan kepemimpinan perempuan.

"Perempuan harus mengambil peran dalam kepemimpinan untuk majukan daerah dan negara ini," ujar Ketua DPD PAN Gowa ini, Kamis (25/11/21).

Husniah yang juga Ketua Perbasi Gowa, menegaskan tak boleh ada perbedaan antara perempuan dan pria dalam kepemimpinan.

"Seperti di dunia pendidikan, perempuan sejak jaman dahulu telah mengambil peran kepemimpinan dalam memberi sumbangsih ilmu buat murid-muridnya," ujarnya.

Ketua Kohati Cabang Gowa Raya, Rozan Albaeduri, menghadirkan Husniah Daeng Talenrang sebagai pemateri dalam pelatihan khusus Kohati tingkat nasional ini, karena melihat sosok Husniah sebagai figur perempuan yang memiliki spirit kepemimpinan.

"Kami mengundang Ibu Husniah sebagai salah satu pemateri karena kami anggap beliau adalah salah satu tokoh perempuan di Gowa yang memiliki spirit kepemimpinan,"  ucap Rozan.

Hadirnya Husniah sebagai pemateri, lanjut Rozan, diharapkan bisa memberikan atau mentransfer gagasan dan spirit untuk para peserta yang notabene adalah perempuan.

Sehingga tumbuh pemikiran bahwa perempuan juga bisa memimpin, perempuan juga bisa berkarya.

Yang pada akhirnya melahirkan generasi-generasiperempuan yang bisa memimpin dan kokoh dalam kepemimpinan.

"Seperti yang sering Ibu Husniah katakan bahwa perempuan itu harus berani mengambil tantangan yang diberikan oleh lingkungannya. Sehingga bisa bergerak maju menunjukkan eksistensi bahwa perempuan itu juga bisa menjadi seorang pemimpin," pungkas Rozan.

Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved