Bincang Kampus
Aktivis PMII Fitrah Juniarti: Lelaki Belum Tentu Mengerti Persoalan Perempuan
Di seri #47, Bincang Kampus mengangkat tema, "Potensi Penting Perempuan Dalam Sebuah Organisasi".
Penulis: M Yaumil | Editor: Sudirman
Dalam kesempatan yang sama, dirinya juga mendorong agar pemimpin tidak dinilai dari gendernya.
Dalam memilih pemimpin, harus melihat potensi yang ada, bukan dari jenis kelaminnya.
“Stigma tentang laki-laki lebih dominan daripada perempuan harus ditepiskan atau ditinggalkan,” ujar Ketua Biro tersebut.
Olehnya itu, perempuan harus didorong untuk berani menjadi pemimpin.
“Perempuan hari ini harus ikut bersaing untuk maju menjadi ketua atau pemimpin,” katanya.
Lanjutnya, ketika perempuan lebih berpotensi jadi pemimpin, kenapa tidak? kita harus dukung hal tersebut.
Fitrah sendiri tertarik dalam dunia organisasi dimulai sejak duduk di bangku Sekolah Dasar.
Hingga saat ini, dirinya masih berkecimpung dalam dunia organisasi.
Ada banyak tantangan yang telah dilalui Fitrah hingga berada pada titik ini.
Dirinya pun mengaku, bahwa ibunya menjadi sosok yang menginspirasinya.
Pengalaman membentuk Fitrah menjadi sosok yang mandiri, salah satunya berkat dukungan dan support dari ibunya.
Pengalaman tersebut membuatnya tidak bergantung pada orang lain.
“Pada akhirnya saya dilatih untuk mandiri dan tidak bergantung pada siapapun,” tegas Fitrah.
Kesadaran itupun yang membentuk potensinya dalam berorganisasi.
Fitrah menutup bincang tersebut, dengan closing statment berbunyi.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/bincang-kampus-tribun-timur-edisi-47-kamis-25112021-pukul-1400-siang.jpg)