Breaking News:

Tribun Sulsel

6 Serikat Buruh Sulsel Tolak PP 36 Jadi Dasar Tentukan Upah, Minta UMP Naik 5 Persen

Keempat provinsi itu, yakni Sulawesi Selatan, Sumatera Selatan, Sulawesi Utara, dan Sulawesi Barat.

Penulis: Muhammad Fadhly Ali | Editor: Saldy Irawan
Ist
surat elektronik yang berisi rekomendasi Rembuk Serikat Pekerja/erikat Buruh Sulsel, tentang penetapan UMP 2022. 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Kabar buruk, Sulawesi Selatan dan tiga provinsi lainnya di Indonesia tidak akan menaikkan Upah Minimum Provinsi atau UMP pada tahun 2022.

Hal ini lantaran upah minimum tahun ini di keempat provinsi itu sudah melampaui ketentuan batas atas upah minimum tahun depan.

Keempat provinsi itu, yakni Sulawesi Selatan, Sumatera Selatan, Sulawesi Utara, dan Sulawesi Barat.

Sumatera Selatan nilai upah minimumnya Rp 3.144.446, Sumatra Selatan Rp 3.310.723, Sulawesi Selatan Rp 3.165.876, dan Sulawesi Barat Rp 2.678.863.

Namun informasi terkait UMP masih menunggu surat resmi Plt Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman.

Diketahui, para gubernur akan mengumumkan hasil upah minimum provinsi paling lambat (21/11/2021) mendatang.

Dimintai konfirmasi terkait hal tersebut, Sekretaris Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI) Sulsel Abdul Muis mengatakan, hari ini ada 6 serikat buruh yang telah menggelar rembuk bersama.

"Hasilnya rekomendasinya sudah ada hari ini, dan rencananya besok dimasukan ke Kantor Gubernur dan instansi terkait," ujar Muis Rabu (16/11) malam.

Muis pun mengirimkan surat elektronik yang berisi rekomendasi Rembuk Serikat Pekerja/erikat Buruh Sulsel, tentang penetapan UMP 2022.

Dalam surat tersebut diteken DPD KSPSI Sulsel Abd Muis, Pimpinan KSN Sulsel Muh Said Basir, Korwil KSBSI Sulsel, Ketua DPD FSP-Kahutindo Sulsel Dolo Supu, PP GSBMI Agus Toding dan DPD SBNI Sulsel Samiruddin.

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved