Breaking News:

Unimerz

Lions Club Indonesia dan Prodi Optometri Unimerz Baksos Pemeriksaan Mata Gratis

Kegiatan ini kerja sama dengan Lions Club Makassar Host dan Makassar United dalam rangka memperingati HUT ke-52 Lions Club Indonesia.

Editor: Suryana Anas
Unimerz
Program Studi D III Optometri Universitas Megarezky (Unimerz) Makassar menggelar pemeriksaan mata secara gratis di Mall Panakkukang Makassar, Sabtu (13112021). 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR  -- Program Studi D III Optometri Universitas Megarezky (Unimerz) Makassar  menggelar pemeriksaan mata secara gratis di Mall Panakkukang Makassar, Sabtu (13/11/2021).

Kegiatan ini merupakan rangkaian dari kegiatan donor darah yang digelar Lions Club Makassar Host dan Makassar United dalam rangka memperingati HUT ke-52 Lions Club Indonesia.

Ketua Prodi D III Optometri Unimerz Makassar, dr. Andi Sengngeng Relle, Sp.M., MARS mengatakan, kegiatan ini merupakan agenda kerjasama rutin dengan Lions Club Indonesia dalam rangka melaksanakan Tri Dharma Perguruan Tinggi khususnya pengabdian kepada masyarakat.

"Untuk tahun ini kedua kalinya. Bulan lalu dalam rangka World Sight Day itu kita membuat screaning di panti asuhan. 3 Makassar, 1 di Gowa dan 1 di Pangkep, sekaligus pemberian kacamata bagi yang butuh kacamata," kata Andi Sengngeng.

Kegiatan ini sendiri kata Andi Sengngeng merupakan tahun yang kedua. Sebelumnya kegiatan yang sama juga digelar sebelum pandemi Covid-19.

Animo masyarakat sendiri cukup tinggi mengikuti kegiatan ini. Setidaknya, ratusan orang antri sejak pagi hingga sore.

"Sebelum jam 10 sudah buka. Hampir 200 orang yang datang memeriksa matanya, sampai sekarang  masih terbuka," katanya.

dr. Sengngeng berharap, dengan kegiatan bakti sosial seperti ini, Optometri semakin dikenal di masyarakat. Sehingga aksesibilitas layanan pemeriksaan mata makin luas dan ditangani oleh profesional.

Pendidikan formal Optometri sendiri hanya ada 10 kampus di Indonesia, Satu diantaranya, Universitas Megarezky (Unimerz) yang merupakan prodi Optometri pertama di Kawasan Timur Indonesia.

"Padahal, peluang kerjanya sangat bagus. Bisa di rumah sakit, di puskesmas juga, tapi belum yah kalau di puskesmas karena mungkin SDM nya yang masih kurang. Bisa juga buka toko optik kalau tidak mau bekerja di layanan kesehatan," tutup Sengngeng.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved