Breaking News:

Mubes IKA Unhas

IKA Unhas dan Lima Hukum Kedunguan

Intinya, orang-orang dungu adalah tipologi yang paling berbahaya.Menurut Cipolla, terdapat lima hukum dasar kedunguan atau hukum kedunguan.

Editor: AS Kambie
dok pribadi
Sawedi Muhammad, Sosiolog Unhas 

Menurutnya, kesepakatan Jakarta sebagai lokasi Mubes hanya bisa diubah apabila diusulkan oleh IKA Fakultas, Wilayah dan Komisariat ke DPP.

Perdebatan sengit berlanjut. Mereka yang pro Mubeslub bergeming atas segala protes dan tuntutan dari pihak yang mempertanyakan hasil Mubeslub IKA Unhas.

Perdebatan di WAG Unhas bahkan berlangsung selama beberapa minggu.

Masing-masing menguatkan argumentasi, menganggapnya paling benar dan menyalahkan yang lainnya.

Ciri dominan mereka yang pro Mubeslub, argumentasinya terkesan otoritatif sebagai pemegang legitimasi dan mandat dari DPP.

Mereka yang menentangnya dianggap tidak mengetahui persoalan, tidak memahami dinamika berorganisasi, memiliki kepentingan tertentu, berpikiran sok idealis, bahkan terkesan dianggap membuat kegaduhan.

Pihak yang mempertanyakan hasil Mubeslub pun tidak tinggal diam.

Mereka menganggap kelompok yang pro Mubeslub adalah “para penikmat” di lingkar dalam JK yang tidak obyektif melihat persoalan. Kelompok ini berlindung di balik Mubeslub IKA Unhas untuk memuluskan agenda menggolkan kandidat tertentu setelah JK.

Mereka ingin mempertahankan manajemen IKA Unhas yang elitis, eksklusif dan menjalankan organisasi secara konvensional seperti saat JK menjadi Ketua Umum IKA Unhas.

Perdebatan antara aktor yang pro dan kontra hasil Mubeslub IKA Unhas, menarik untuk dianalisis dengan menggunakan perspektif *“Hukum Dasar Kedunguan”* - sebuah konsep yang ditulis oleh ekonom dan sejarawan Italia Carlo M Cipolla - dalam artikelnya yang berjudul “The Basic law of Human Stupidity” (1976).

Tulisan ini bukanlah sesuatu yang serius untuk ditanggapi.

Halaman
1234
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved