Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Headline Tribun Timur

Sulsel Terancam KLB Covid-19

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI menempatkan Sulsel sebagai daerah berpotensi mengalami kejadian luar biasa (KLB) Covid-19.

Editor: Suryana Anas
TRIBUN-TIMUR.COM/MUHAMMAD ABDIWAN
Ilustrasi Vaksinasi Covid-19 - Vaksinasi Covid-19 jenis Sinovac untuk para tenaga kesehatan di Makassar digelar di Gedung Olah Raga (GOR) Universitas Hasanuddin (Unhas) di Jalan Perintis Kemerdekaan, Senin (1/2/2021). Artikel ini telah tayang di Tribun-Timur.com dengan judul Dinas Perdagangan Makassar Data Pedagang dan Pelaku IKM yang Belum Vaksin, https://makassar.tribunnews.com/2021/09/05/dinas-perdagangan-makassar-data-pedagang-dan-pelaku-ikm-yang-belum-vaksin?page=all. Penulis: Siti Aminah | Editor: Hasriyani Latif 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI menempatkan Sulawesi Selatan sebagai daerah berpotensi mengalami kejadian luar biasa atau KLB Covid-19.

Kekhawatiran itu didasari rendahnya capaian vaksinasi di Sulsel. Herd immunity belum terbentuk di Sulsel.

Sementara kekawatiran terjadinya ledakan kasus baru corona semakin dekat.

Untuk mencapai herd immunity atau kekebalan kelompok minimal 70 persen warga yang masuk sasaran vaksinasi telah menerima dosis lengkap pada akhir tahun ini.

Data Kemenkes hingga Kamis (11/11/2021), hanya empat provinsi di Indonesia yang telah melaksanakan vaksinasi lebih dari 50 persen, DKI Jakarta, Bali, Yogyakarta, serta Kepulauan Riau.

Capaian vaksinasi Covid-19 lengkap Indonesia baru sekitar 40 persen.

Realisasi vaksinasi dosis 2 di Sulsel baru sekitar 28,23 persen atau 1,99 juta dari 8 juta-an warga.

Makassar menjadi daerah dengan capaian vaksinasi tertinggi di Sulsel, 75 %.

Sementara Jeneponto dan Bulukumba terendah.

"Pada daerah-daerah yang cakupannya vaksinasi tidak tercapai sama seperti sebenarnya seperti cakupan imunisasi yang terjadi pada rutin, di mana potensi kejadian luar biasa (KLB) itu pasti akan mudah akan terjadi ini," kata Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Kemenkes RI Siti Nadia Tarmizi dalam dialog virtual KCPEN, Jumat(12/11).

Sementara, daerah-daerah dengan cakupan vaksinasinya yang sudah mencapai 100 persen atau minimal lebih dari 70 persen, maka penanganan pandemi akan lebih baik.

"Bagaimana proses terjadinya situasi pandemi menjadi endemi itu sudah terjadi, bahkan kasusnya juga akan sangat kecil dan akan sangat turun penularannya pada daerah-daerah itu," ujar Nadia.

Nadia mengingatkan, kemudian risiko kedua penularan terus ada di semua daerah sekalipun vaksinasi telah mencapai 100 persen. Jika ada daerah yang cakupan vaksinasinya tidak sesuai target.

"Sesuai slogan no one safe until everyone safe, tidak akan ada yang aman kalau semua orang juga tidak aman. Jadi artinya kita tidak akan keluar dari pandemi ini, kalau kemudian masih ada target target sasaran yang tadi belum mencapai vaksinasi," ujarnya.

Selengkapnya, silakan baca melalui Harian Tribun Timur edisi Sabtu 13 November 2021.

Sumber: Tribun Timur
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved