Susi Susanti
Susi Susanti Pernah Sengaja Mengalah Saat Bertanding di Prancis, Teriakan dari Temannya Jadi Alasan
Ia dikenal sebagai ratu bulutangkis Indonesia yang telah menjuarai sejumlah event nasional dan internasional.
TRIBUN-TIMUR.COM - Nama Susi Susanti tentunya sudah tak asing di telinga para penggemar bulutangkis Indonesia.
Ia dikenal sebagai ratu bulutangkis Indonesia yang telah menjuarai sejumlah event nasional dan internasional.
Susi Susanti telah banyak mengharumkan nama Bangsa Indonesia dengan meraih banyak medali dari sejumlah kejuaraan yang diikuti.
Susi kemudian memutuskan pensiun dan gantung raket pada tahun 1998.
Lantas, apa alasan Susi Susanti sengaja kalah dalam pertandingan besar seperti French Open 1988 tersebut?
Dikutip dari YouTube Daniel Mananta Network pada Selasa, 9 November 2021, berikut alasan Susi Susanti.
Awalnya, Susi Susanti menguraikan dirinya menjadi salah satu pebulutangkis yang diikutkan ke kejuaraan di Eropa karena prestasinya.
"Jadi tahun 86 masuk, di 87 88 saya juara untuk juara dunia junior, saya ikut single, double, mixed double,
"Secara prestasi di junior memang saya mungkin cukup bagus, di awal tahun 88 diikutkan untuk kejuaraan di Eropa," ungkapnya.
Dari situlah Susi Susanti menceritakan kejadian yang tak banyak orang ketahui.
"Jadi ceritanya cukup lucu juga, saat masuk ke kejuaraan senior itu, saya masih belum ada ranking, otomatis saya harus merangkak dari babak awal.
"Jadi saat itu saya bisa mengatasi pemain-pemain senior, lalu saya masuk ke-8 besar," sambungnya.
Sayangnya, teman-temannya tak ada satupun yang lolos kecuali Susi Susanti.
Dalam permainannya, Susi Susanti awalnya berhasil memimpin hingga saat set kedua, situasi berubah.
Menurutnya, ia sudah memimpin di set kedua sebanyak 83, di mana ia hanya membutuhkan 3 poin lagi untuk memenangkan pertandingan.
"Pada saat saya main, pertama saya menang. Set ke-2, saya sebetulnya sudah leading udah 83, 3 poin lagi saya mungkin sudah menang," ungkapnya.
Namun, teman-teman Susi Susanti lantas berteriak dan membuat dirinya berubah memutuskan hal ini.
"Itu dari situ mereka teriak, 'Susi besok kita mau ke Lourdes', katanya kalau menang, saya ditinggalin sendiri.
"Saya lihat ke atas, akhirnya saya pecah, pengen ke Lourdes, dan ingin masuk semi final," sambung Susi Susanti.
Bahkan, pihak PBSI pun tidak pernah mengetahui hal ini hingga saat ini.
"Akhirnya saya mutusin, 'kapan lagi saya ke Lourdes ya?' Jadi ini mungkin PBSI enggak tahu ya.
"Akhirnya, saya waktu saya main, dengan sengaja saya mengalahkan diri waktu itu," papar Susi Susanti.
Rupanya, alasan Susi Suanti sengaja kalah hanya karena dirinya ingin sekali pergi ke Lourdes.
Sebab, Lourdes adalah tempat yang dianggap istimewa bagi Susi Susanti dan umat Katolik lainnya.
"Lourdes adalah tempat yang sakral bagi kami umat Katolik, pasti kita ingin sekali berkunjung ke sana," pungkasnya.
Profil Susi Susanti, Legenda Bulutangkis Indonesia Peraih Emas Olimpiade
Susi Susanti adalah legenda bulutangkis asal Indonesia.
Ia berhasil mempersembahkan medali emas bagi Merah Putih pada Olimpiade 1992.
Susi Susanti lahir di Tasikmalaya pada 11 Februari 1971.
Sejak kecil, Susi Susanti sudah berlatih bulutangkis.
Dukungan penuh dari orang tua membuat kemampuannya dalam bermain bulutangkis bisa berkembang secara baik.
Susi Susanti berlatih di klub milik pamannya, PB Tunas Tasikmalaya, selama tujuh tahun dan berhasil memenangi kejuaraan level junior.
Pada 1985, tepatnya saat mulai masuk SMP, Susi Susanti pindah ke Jakarta untuk lebih serius menekuni bulu tangkis.
Melansir TribunNews.com, Susi Susanti sukses menyabet gelar juara World Championship Junior pada 1985 saat usianya masih 14 tahun.
Susi Susanti meraih gelar tersebut ketika turun di nomor tunggal putri, ganda putri, dan ganda campuran.
Dua tahun kemudian pada ajang yang sama, Susi Susanti kembali menjadi juara melalui nomor tunggal putri dan ganda putri.
Prestasi ini membuatnya mengoleksi lima gelar juara di kejuaraan dunia junior.
Prestasi di level junior itu kemudian berlanjut ke jenjang profesional. Pada 1989, Susi Susanti tampil sebagai juara Indonesia Open.
Kegigihan Susi Susanti lalu membuatnya masuk skuad Merah Putih untuk Piala Sudirman 1989.
Pada Piala Sudirman edisi perdana yang digelar di Jakarta,
Indonesia berhasil menjadi juara setelah mengalahkan Korea Selatan pada partai final.
Memasuki era 1990-an, prestasi Susi Susanti semakin menanjak diawali dengan gelar All England pada 1990 dan 1991.
Usai merebut gelar All England untuk kali kedua, Susi Susanti lalu menggoreskan tinta emas pada Olimpiade 1992 yang dilangsungkan di Barcelona, Spanyol.
Olimpiade 1992 menjadi debut bulutangkis atau badminton pada pesta olahraga dunia tersebut.
Susi Susanti mampu melangkah ke final untuk menghadapi tunggal putri asal Korea Selatan, Bang Soo-hyun.
Bertarung tiga set melawan Bang Soo-hyun,
Susi Susanti menang dengan skor 5-11, 11-5, dan 11-3 untuk membawa pulang medali emas Olimpiade ke Tanah Air.
Sejarah emas Indonesia pada Olimpiade 1992 dilengkapi oleh Alan Budikusuma yang berhasil meraih medali emas di nomor tunggal putra.
Dua medali emas pada Olimpiade 1992 merupakan yang pertama bagi Indonesia.
Kepulangan Susi Susanti dan Alan Budikusuma ke Tanah Air pun mendapatkan sambutan meriah dengan parade besar di Jakarta.
Adapun, Susi Susanti kembali membawa pulang medali pada Olimpiade 1996 di Atlanta, Amerika Serikat, meski bukan emas, yakni perunggu.
Selain medali emas Olimpiade 1992 dan perunggu 1996, Susi Susanti juga mengoleksi gelar juara All England 1993 dan 1994, serta berhasil menjadi juara dunia pada 1993.
Susi Susanti lantas pensiun dari bulutangkis pada 1997 saat berusia 26 tahun.
Ia kemudian menikah dengan "pasangan emasnya" pada Olimpiade 1992, Alan Budikusuma.
Deretan prestasi membanggakan dan keberhasilan mengharumkan nama Indonesia di pentas dunia melalui bulu tangkis membuat Susi Susanti layak menyandang status legenda.
Biodata Susi Susanti:
- Juara Indonesia Open 1989, 1991, 1994, 1995, 1996, dan 1997
- Juara All England 1990, 1991, 1993, dan 1994
- Juara Australia Open 1990
- Juara China Taipei Open 1991, 1994 dan 1996
- Medali Emas Olimpiade Barcelona 1992
- Medali Perunggu Asian Games 1990, dan 1994
- Medali Perunggu Olimpiade Atlanta 1996
- Juara World Championship 1993
- Juara World Cup 1989, 1990, 1993, 1994, 1996, 1997
- Juara World Badminton Grand Prix 1990, 1991, 1992, 1993, 1994, dan 1996
- Juara Malaysia Open 1992,1993, 1994, 1995, dan 1997
- Juara Japan Open 1991 1992, 1994, dan 1995
- Juara Korea Open 1995 Juara Dutch Open 1993, 1994
- Juara German Open 1992, 1993 1994
- Juara Denmark Open 1991 dan 1992
- Juara Thailand Open 1991, 1992, 1993, dan 1994
- Juara Swedish Open 1991 1992
- Juara Vietnam Open 1997
- Juara SEA Games 1987, 1989, 1991, 1995, 1997
- Juara Piala Sudirman 1989
- Juara Piala Uber 1994 dan 1996
Artikel ini telah tayang di Tribun-Medan.com dengan judul Ternyata Legenda Bulu Tangkis Ini Pernah Sengaja Kalah di French Open Tahun 1988, Ini Alasannya!, https://medan.tribunnews.com/2021/11/12/ternyata-legenda-bulu-tangkis-ini-pernah-sengaja-kalah-di-french-open-tahun-1988-ini-alasannya?page=all.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/kisah-pebulu-tangkis-indonesia-yang-alami-kejadian-mistis-di-malaysia-diungkap-susi-susanti.jpg)