Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Tribun Opini

Semua Bisa Jadi Pahlawan

Sebutlah salah satunya yaitu Literasi dan Numerasi, Gerakan Merdeka Belajar, Sekolah dan Guru Penggerak yang begitu masiv dilaksanakan.

Editor: Imam Wahyudi
ist
Ammy Sudarmin, Guru PAI SMK Negeri 1 Tana Toraja 

Bisa kita bayangkan, jasanya yang mengajarkan huruf demi huruf, angka demi angka, warna dan bentuk. Dari tidak tau menjadi tau, dari kurang paham menjadi paham dan dari tidak mengerti menjadi mengerti.

Mendidik disiplin, etiket, sopan santun. Mengajarkan Ilmu dan Iman. Mengenalkan Sains serta membelajarkan tata hidup sehat serta bersosialisasi dalam lingkup kehidupannya.

Maka tidak heran, dalam sejarah di Jepang setelah pengeboman Hirosima dan Nagasaki, maka yang pertama dicari adalah Guru.

Sejarah membuktikan, mereka mampu bangkit dan kembali berdiri kokoh bahkan berkembang dengan sangat pesat. Dedikasi para guru begitu dihargai untuk mengubah sejarah mereka.

Di tanah air kita, salah satu cara untuk memberantas keterbelakangan kehidupan pada suku suku pedalaman adalah dengan mengirimkan guru guru yang rela dan ikhlas hidup jauh dari kenyamanan hidup untuk pelan pelan membuka cakrawala pengetahuan kepada mereka.

Jadi, sangat layak jika para guru kemudian diberi gelar sebagai pahlawan pendidikan.

Selanjutnya, apakah hanya guru? Tentu saja tidak. Seperti tulisan diawal tadi bahwa semua mampu jadi pahlwan masa kini sesuai kapasitasnya maka semua lini kehidupan memiliki peluang yang sama untuk menjadi pahlwan.

Di tengah wabah pandemi yang hingga saat ini belum mampu mengembalikan kehidupan untuk normal 100% seperti sebelum Covid menyerang, ada pahlawan pahlawan kesehatan yang juga telah banyak berguguran demi tugas dan tanggung jawab serta kemanusiaan yang terpatri di dada mereka.

Banyak kisah yang begitu memilukan hati oleh para tenaga medis yang berjuang di garis depan memerangi wabah yang melanda serta bahkan hampir melumpuhkan seluruh sektor kehidupan di negara ini.

Sungguh, mereka juga adalah pahlawan. Yang tidak hanya mengaplikasikan ilmu dan pengetahuan yang mereka miliki. Namun juga keringat dan air mata. Jiwa dan Raga.

Defenisi pahlwan yang gugur di medan juang pun mereka telah lakoni. Rela mengorbankan kebersamaan dengan keluarga demi berkumpulnya kembali sebuah keluarga lain.

Ikhlas menahan kantuk dan lelah demi bugarnya raga yang lain. Jadi, sangat layak untuk menjadi pahlawan kehidupan.

Kemudian, apakah label pahlawan hanya untuk mereka yang bekerja di tataran gedung dan pemerintah saja.

Tentu saja tidak, banyak bertebaran di bumi kita para pahlawan pahlawan sukarelawan yang bahkan luput diberitakan walau tak jarang yang kemudian diberikan apresiasi.

Ada kisah seorang warga yang mendedikasikan hidupnya untuk membuat saluran air sehingga dapat mengalir dari mata air yang jaraknya beberapa kilo dan mengharuskan warga untuk berjalan berkilo kilo untuk mendapatkan sumber kehidupan tersebut. Dia adalah pahlawan.

Sumber: Tribun Timur
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved