Breaking News:

Tribun Luwu Utara

Viral, Gegara Jembatan Miring, Jenazah Diangkut Pakai Perahu dari Palopo ke Luwu Utara

Asdar merupakan warga Perumahan Griya Beach, Kelurahan Malatunrung, Kecamatan Wara Timur, Palopo.

Penulis: Chalik Mawardi | Editor: Saldy Irawan
tribun-timur/chalik mawardi
Jenazah Muh Asdar dibawa menggunakan perahu ke Desa Waelawi, Kecamatan Malangke Barat, Kabupaten Luwu Utara, Sulawesi Selatan, Selasa (9/11/2021). 

TRIBUNLUTRA.COM, MALANGKE BARAT - Jenazah Muh Asdar dibawa menggunakan perahu, Selasa (9/11/2021).

Jenazah dibawa melalui via laut dari Kota Palopo ke Desa Waelawi, Kecamatan Malangke Barat, Kabupaten Luwu Utara, Sulawesi Selatan.

Keluarga sengaja menggunakan jalur laut membawa jenazah.

Agar tidak terjebak macet di perbatasan Palopo-Luwu.

Akibat dari ditutupnya Jembatan Miring.

"Jenazah tiba siang di Desa Waelawi," kata keluarga Asdar, Kurnia.

Asdar merupakan warga Perumahan Griya Beach, Kelurahan Malatunrung, Kecamatan Wara Timur, Palopo.

Juga mahasiswa salah satu perguruan tinggi di Palopo

Namun jenazahnya dibawa keluarga ke kampung halaman di Desa Waelawi untuk dikebumikan.

Perjalanan menggunakan perahu dari Palopo sekitar 1,5 jam.

"Perjalanan sekitar 1,5 jam," katanya.

Sebelum meninggal Asdar sempat dirawat di Rumah Sakit At Medika Palopo.

Akibat sakit yang dideritanya.

"Almarhum dimakamkan sore hari ini," tambahnya

Kejadian jenazah dibawa pakai perahu ini diabadikan beberapa warga lewat video handphone.

Video-video tersebut kemudian tersebar di media sosial dan viral.(*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved