Breaking News:

Pemprov Sulsel

Jalur Palopo-Masamba Lumpuh, Plt Gubernur Minta BBPJN Cepat Tangani Jembatan Miring

Jembatan yang berada di Perbatasan Kota Palopo dan Kabupaten Luwu itu tidak dapat dilalui atau ditutup sementara.

Penulis: Muhammad Fadhly Ali | Editor: Suryana Anas
Humas Pemprov Sulsel
Jembatan Sungai Battang mengalami keretakan akses jalan Palopo-Masamba dilaporkan hingga saat ini lumpuh. 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Angin kencang disertai hujan petir melanda Kota Palopo dan sekitarnya sejak Sabtu (6/11/2021) lalu.

Kondisi tersebut membuat air sungai meluap dan menyebabkan banjir di sejumlah wilayah.

Akibatanya, akses jalan Palopo-Masamba dilaporkan hingga saat ini lumpuh.

Hal itu imbas penutupan jembatan Sungai Battang miring yang mengalami keretakan karena tergerus arus sungai yang meluap. 

Sehingga kini, Jembatan yang berada di Perbatasan Kota Palopo dan Kabupaten Luwu itu tidak dapat dilalui atau ditutup sementara.

Merespon hal itu, Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman segera melakukan koordinasi dengan Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Sulawesi Selatan selaku penanggung jawab untuk menindaklanjuti masalah tersebut.

Menurutnya, situasi sedang darurat sehingga butuh penanganan cepat. 

"Kita panggil Balai Jalan KemenPUPR untuk rapat bersama percepatan solusi. Kita harus cepat, karena ini darurat, Saya sudah perintahkan Dishub dan jajaran untuk turun bantu, mereka sudah di sana," ujar Andi Sudirman, Selasa (9/11/2021). 

Menurutnya, jalur Masamba menjadi fokus Pemprov beberapa hari ini.

"Situasi hujan dan banjir serta kenaikan air sungai secara drastis menjadi masalah berulang," katanya.

Meski masalah tersebut merupakan kewenangan BBPJN, namun Andi Sudirman menuturkan, perlu sinergi bersama agar masalah cepat terselesaikan. 

"Tim Provinsi termasuk jajaran Polda telah turun dan standby di lokasi sejak beberapa hari lalu. Hari ini kami akan memanggil Balai Jalan dan Jembatan Kementerian PUPR untuk Solusi darurat dan permanen secara bersama," ujarnya.

"Ini harus segera diselesaikan karena emergency. Ini masih kewenangan Balai tapi itu tanggung jawab bersama kita, harus bersinergi untuk solusi," jelasnya. (*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved