Breaking News:

Tribun Wajo

Dua Bulan PTM di Kabupaten Wajo, Kadisdikbud: Masih Belum Efektif

Alasannya, pembatasan jam belajar di ruang kelas serta kapasitas peserta didik, sehingga proses pembelajaran dinilai belum terlalu efektif.

tribun-timur/hardiansyah
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Wajo, Faisal 

TRIBUNWAJO.COM, SENGKANG - Dua bulan proses pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas digelar di masa pandemi Covid-19 di Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Wajo, Faisal menyebutkan, PTM yang berlangsung saat ini masih belum efektif.

Alasannya, pembatasan jam belajar di ruang kelas serta kapasitas peserta didik, sehingga proses pembelajaran dinilai belum terlalu efektif.

"Kita menilai belum terlalu efektif. Kan ini 50% saja kan, peserta didik dalam kelas dan jam pelajarannya," kata Faisal, kepada tribun-timur.com, Jumat (5/11/2021).

Selain itu, sejauh pelaksanaan PTM yang mulai digelar sejak 6 September 2021 lalu itu, seluruh sekolah tetap menerapkan protokol kesehatan.

"Setiap sekolah memiliki SOP tersendiri, serta kebijakan jam pelajaran 50% setiap pekan," katanya.

Bahkan, Disdikbud Kabupaten Wajo pun bersikap tegas. Baik terhadap guru maupun peserta didik.

Bahwa, setiap guru yang belum menerima vaksin tidak diperkenankan untuk mengajar secara tatap muka.

"Kita harapkan semua guru sudah divaksin. Kalau ada yang belum, itu tidak diperkenankan mengajar. Jadi, gurunya mengajar secara daring saja," katanya.

Hal tersebut juga berlaku bagi peserta didik berusia 12 tahun atau kelas 6 SD ke atas.

"Peserta didik yang juga belum vaksin tidak diperkenankan mengikuti PTM. Itu berlaku bagi kelas 6 SD ke atas," katanya.

Evaluasi secara berkala juga tetap dilakukan Disdikbud Wajo pada proses PTM terbatas di masa pandemi Covid-19.

Tentunya, Disdikbud Wajo tidak ingin sekolah menjadi kluster penyebaran Covid-19.

Informasi dari Satgas Covid-19 Kabupaten Wajo, ada 34.756 sasaran vaksinasi usia remaja.

Realisasinya, baru 9.442 orang yang telah divaksin dosis pertama atau 27,17% dan 5.290 dosis kedua atau 15,22%.(*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved