Breaking News:

Kasus Suap Nurdin Abdullah

Nurdin Abdullah Curhat ke Edy Rahmat Soal Relawan Pilkada yang Marah-marah

Anggota JPU KPK Ronald Worotikan menilai apa yang diutarakan NA menguatkan dakwaan JPU kepada Eks bupati Bantaeng.

TRIBUN-TIMUR.COM/FADHLY
Anggota JPU KPK Ronald Worotikan 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Beberapa fakta persidangan didapatkan Jaksa Penuntut Umum (JPU) KPK, saat mencecar beberapa pertanyaan kepada Nurdin Abdullah kala bersaksi untuk terdakwa Edy Rahmat.

Persidangan digelar di PN Makassar Jl Kartini, Kamis (4/11/2021).

Itu diklaim menguatkan dakwaan JPU KPK yang menjerat Gubernur Sulsel Diberhentikan Sementara itu.

Anggota JPU KPK Ronald Worotikan menilai apa yang diutarakan NA menguatkan dakwaan JPU kepada Eks bupati Bantaeng.

Utamanya dua dakwaan, uang dari Agung Sucipto sebesar SGD 150 ribu dan Rp 2,5 miliar yang diambil dari tangan Edy Rahmat.

"Pak Nurdin akui adanya pemberian dari Agung Sucipto. Walau yang Rp 2,5 miliar itu dibantah (mengetahui dan menerima)," kata Ronald usai sidang diskors untuk Isoma.

JPU bilang, meski NA membantah soal uang Rp 2,5 miliar tersebut, namun Ronald menggarisbawahi pertemuannya dengan Edy Rahmat di rumah Jabatan Gubernur Sulsel Jl Sungai Tangka Makassar.

"Nurdin kan mengakui ada pertemuan di rumah jabatan. Kita garis bawahi itu," jelasnya.

Ia mengaku ini semakin menarik.

Apalagi NA secara tidak langsung membuka kesaksian yang dibantahnya sendiri.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved