Breaking News:

Opini

Raja La Patau adalah Simbol

LA PATAU adalah simbol. Demikian dikatakan Andi Fahsar M Padjalangi kepada penulis dan sebagian wija (keturunan) di sebuah café bilangan Jl Hertasning

Editor: Edi Sumardi
GENI.COM
Raja Bone ke-16, La Patau Matanna Tikka 

Andi Fadli

Mantan wartawan harian, radio dan tv-freealancer

LA PATAU adalah simbol. Demikian dikatakan Andi Fahsar M Padjalangi kepada penulis dan sebagian wija (keturunan) di sebuah café bilangan Jl Hertasning, Kota Makassar, Sulsel, beberapa waktu lalu.

Puatta Raja La Patau merupakan simbol pemersatu. Karena dari Puatta La Patau, wija tersebar ke pelosok nusantara hingga luar negeri,’’ ungkap Bupati dua periode ini sambil menikmati cemilan dan teh panas sore hari.

Tanpa harus mengatakan atau membandingkan, bahwa Raja Bone lain tetap menjadi simbol, apalagi Arung Palakka Petta Malampe’E Gemme’na yang menjadi King of Boegis atau Raja Bugis.

Namun, Arung Palakka seperti diketahui tidak mempunyai keturunan langsung, akhirnya tahta berlanjut ke ponakan.

Pernyataan dalam sebuah kalimat padat dan jelas itu bukan tanpa sebab. Puatta adalah Mangkau (Raja Bone) XV1 yang juga Datu Soppeng.

Rentang waktu usia 30 hingga 40 tahun, Mangkau Puatta telah memerintah dengan bijaksana serta sangat mengayomi.

Itulah karakter pemimpin yang sangat disukai oleh rakyat Bugis, Makassar hingga daerah lain saat menjadi Raja Bone dan Datu Soppeng, yang di tulis oleh beberapa sejarawan.

Bernama lengkap YM Puatta La Patau Matanna Tikka Matinroe Ri Nagauleng sebagai simbol inilah membuat, awalnya ide empat orang di warkop hingga melahirkan panitia besar yang ingin berniat melakukan silaturahmi akbar akhir bulan depan di Kota Watampone.

Halaman
123
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved