Tribun Parepare
Operasi Gabungan Patroli Laut, Jaring 5 Kapal Nelayan di Parepare
Namun apabila kedepannya masih ditemukan hal yang sama, petugas tidak segan untuk memproses nelayan yang melanggar.
Penulis: M Yaumil | Editor: Saldy Irawan
TRIBUNPAREPARE.COM, PAREPARE - 12 Rompong (jangkar) diamankan dari hasil operasi gabungan Kesyahbandaran Dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) ,Direktorat Jenderal Perhubungan Laut (DITJEN HUBLA), dan Polisi Air dan Udara (Polairud) Polda Sulsel di area perairan pelabuhan Kota Parepare, Sabtu (30/10/2021) siang.
Rumpon adalah salah satu jenis alat bantu penangkapan ikan yang dipasang dilaut, baik laut dangkal maupun laut dalam. Pemasangan tersebut dimaksudkan untuk menarik gerombolan ikan agar berkumpul disekitar rumpon, sehingga ikan mudah untuk ditangkap, dilansir dari Wikipedia (https://id.wikipedia.org/wiki/Rumpon).
Dari hasil operasi ini, ditemukan ada 12 rumpon yang terpasang di jalur perairan pelabuhan.
Petugas gabungan dengan sigap pengamankan ke 12 rumpontersebut.
Hal ini termasuk dalam tugas KSOP, DITJEN HUBLA dan POLAIRUD.
Menurut Kepala Seksi Keselamatan Berlayar, Penjagaan, dan Patroli, Kapten Sahrun Asis S.Ap, M.Mar, masyarakat harus diberi edukasi terkait area penangkapan ikan dan jalur kapal pelabuhan.
“Tadi kita sudah membersihkan rompong yang ada di dalam area jalur pelabuhan” katanya.
Rompong itu berbahaya bagi kapal-kapal yang ingin berlabuh, ujarnya.
Pertama, rompong bisa saja tersangkut dikapal yang lewat.
Kedua, akan ada kerugian dari kedua bela pihak baik kapten kapal atau nelayan.
“Mobilitas kapal pelabuhan mulai masif, maka dari itu kita melakukan operasi untuk mengamankan area perairan khususnya jalur kapal pelabuhan” ujar Sahrun.
“Hari ini kita akan mengamankan, mentertibkan, sekaligus memberi edukasi pada nelayan yang menangkap ikan di area jalur perairan pelabuhan” katanya.
Hal ini juga merupakan sosialisasi kepada nelayan yang melakukan penangkapan di area pelabuhan agar kedepan lalu lintas kapal tidak terganggu.
Setidaknya, ada lima kapal nelayan yang terjaring dan diberi edukasi dari petugas gabungan yang dipimpin kapten Sahrun Asis.
Kelima kapal tersebut terjaring dalam waktu yang berbeda.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/kapten-sahrun-asis-sap-mmar-saat-memberi-edukasi-kepada-2-kapal-nelayan.jpg)