Breaking News:

Tribun Gowa

APGI Sulsel Ajak Warga Lembanna Jadi Pemandu Gunung Profesional

Dalam sharing session, Ketua APGI Sulsel, Mustari Zainal, menyampaikan pentingnya pemandu gunung memiliki standarisasi sebagai bagian dari profesi .

Penulis: Kasdar Kasau | Editor: Imam Wahyudi
APGI Sulsel
Asosiasi Pemandu Gunung Indonesia (APGI) Sulawesi Selatan berkolaborasi dengan Eiger, melaksanakan kegiatan ‘Kenali Negeri’ di Dusun Lembanna, Kelurahan Pattapang, Kecamatan Tinggi Moncong, Kabupaten Gowa, Sulsel, Sabu-Minggu (23-24/1/21). 

TRIBUN-TIMUR.COM, GOWA - Asosiasi Pemandu Gunung Indonesia (APGI) Sulawesi Selatan berkolaborasi dengan Eiger, melaksanakan kegiatan ‘Kenali Negeri’ di Dusun Lembanna, Kelurahan Pattapang, Kecamatan Tinggi Moncong, Kabupaten Gowa, Sulsel, Sabu-Minggu (23-24/1/21).

Dusun Lembanna merupakan kaki Gunung Bawakaraeng.

Kegiatan Kenali Negeri merupakan program pemulihan kawasan pendakian Gunung Bawakaraeng.

Kegiatan diisi dengan sharing session berupa sosialisasi, edukasi dan motivasi bagi pemandu gunung lokal, porter, serta masyarakat kaki Gunung Bawakaraeng.
Dihadiri oleh perwakilan Balai Besar Konservasi Sumber daya Alam (BBKSDA) Sulsel Resort TWA Malino, Hartono dan perwakilan Eiger.

Dalam sharing session, Ketua APGI Sulsel, Mustari Zainal, menyampaikan pentingnya pemandu gunung memiliki standarisasi sebagai bagian dari profesi .

“Apalagi diera new normal dari pandemi Covid ini, dibutuhkan kebiasaan baru dalam pendakian dan petualangan,” kata Tari, sapaan Mustari.

Dalam kesempatan ini, Sekretaris APGI Sulsel, Indar Jaya, berbagi pengalaman kepada peserta saat melakukan pendakian gunung diluar negeri, termasuk saat mendaki ke Puncak Everest.

“Alhamdulillah, para peserta sangat antusias mengikuti sharing session yang kami lakukan. Bahkan, banyak peserta mengungkapkan keinginannya untuk mengikuti pelatihan pemandu gunung yang akan dilakukan APGI Sulsel agar mendapat sertifikasi pemandu,” kata Tari.

Kegiatan Kenali Negeri diakhiri dengan campaign visual berupa pemasangan papan bicara di jalur kawasan pendakian Gunung Bawakaraeng.

Dalam kunjungan ke kantor Tribun Timur, Rabu (20/10/2021) malam, Mustari menjelaskan, salah satu faktor banyaknya kecelakaan di gunung karena rendahnya skill dari pemandu.

Maka dari itu, APGI melakukan sosialisasi agar pemandu dan masyarakat lokal lebih teredukasi.

Halaman
12
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved