Breaking News:

Resmikan Pabrik Biodiesel Rp 2 T di Tanah Bumbu, Jokowi Sebut Khusus 2 Nama Pria Bugis

Ini pabrik kedua, tepat setahun lalu, 22 Oktober 2020, Jokowi juga meresmikan Pabrik gula raksasa di Bombana, Sulawesi Tenggara.

Editor: Thamzil Thahir
courtesy_setkab
PABRIK BIODIESEL - Pabrik_Biodiesel_PT_Jhonlin_Argo_Raya_di_Tanah_Bumbu, Kalimantan Selatan, yang diresmikan Presiden Joko Widodo, Kamis (21/10/2021). Dua pria Bugis adalah komisaris di pabrik ini, Andi Syamsuddin Arsyad (Haji Isam) dan Andi Amran Sulaiman. 

TRIBUN-TIMUR, JAKARTA - Presiden Joko Widodo (61), meresmikan pabrik biodiesel PT Jhonlin Agro Raya (JAR) di Batulicin, Kabupaten Tanah Bumbu, Provinsi Kalimantan Selatan, Kamis (21/10/2021).

Investasi Pabrik pengolahan kelapa sawit (crude plam oil) menjadi bahan bakar minyak (BBM) kendaraan biodiesel ini senilai Rp 29 Triliun.

Dalam sambutan resminya, secara khusus, presiden menyebut nama dua pria Bugis, Andi Syamsuddin Arsyad dan Andi Amran Sulaiman.

"Yang saya hormati Jajaran Direksi beserta Jajaran Komisaris PT Jhonlin Group, Bapak Haji Andi Syamsuddin Arsyad dan Komisaris Bapak Amran Sulaiman; Yang saya hormati para tokoh agama, tokoh masyarakat yang hadir, juga senior Polri yang pagi hari ini hadir;," kata Jokowi saat membacakan sambutan tertulis.

Pidato ini dilansir dari laman resmi sekretaris kabinet, Jumat (22/10/2021).

Biodisel di Tanah Bumbu adalah pabrik kedua milik Johlin Group yang diresmikan presiden dalam dua tahun terakhir.

Tepat setahun lalu, 22 Oktober 2020, Jokowi juga meresmikan Pabrik gula raksasa di Bombana, Sulawesi Tenggara.

Pabrik gula dioperasikan anak perusahaan Jhonlin Group, PT Prima Alam Gemilang.

Baca juga: Siapa Haji Isam? Pemilik Pabrik Rp2 Triliun yang Baru Diresmikan Jokowi, Berikut Kerajaan Bisnisnya

Baca juga: Jokowi Resmikan Pabrik Gula JBM Bombana, Amran Sulaiman dan SYL Turut Hadir

Dalam sambutannya, presiden menyebut alasannya datang meresmikan pabrik biodiesel ini.

"Kenapa saya mau datang ke sini alasan besarnya kawasan ini, pabrik ini, perusahaan PT Jhonlin mampu membuka lapangan pekerjaan yang banyak," kata Presiden Jokowi.

Seremoni peresmian pabrik ini Jokowi didampingi Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Menteri BUMN Erick Thohir, dan Gubernur Kalimantan Selatan Sahbirin Noor.

Presiden mengapresiasi upaya PT Jhonlin memproduksi biodisel kualitas ekspor B30, mengkonfirmasikan potensi besar CPO Indonesia sekaligus dimulainya hilirisasi industri sawit Tanah Air.

Potensi CPO Indonesia mencapai 52 juta ton CPO per tahun. Sekitar 40 persennya disumbangkan petani sawit milik rakyat.

“Kita tak boleh hanya berhenti di CPO-nya saja, sebagai eksportir CPO. Sudah berkali-kali saya sampaikan jangan sampai kita mengekspor raw material, jangan sampai kita mengekspor bahan mentah. Hilirisasi, industrialisasi harus dilakukan dan harus kita paksa untuk dilakukan.

Presiden berharap pengusaha kelapa sawit Indonesia lainnya ikut mengendalikan harga biodisel dan minyak kelapa dunia.

Biodiesel, menurut Presiden juga dapat meningkatkan ketahanan energi nasional.

"Kemudian menekan besarnya defisit neraca perdagangan akibat impor solar. Artinya kalau kita sudah bisa memproduksi sendiri biodiesel di sini, dijadikan campuran menjadi solar, impor kita juga akan turun drastis," tambah Presiden.

Di tahun 2021, Indonesia ditargetkan memproduksi dan menyalurkan 9,2 juta kiloliter biodiesel.

Data mengkonfirmasikan, pada 2021, Indonesia sudah menghemat Rp38 triliun devisa dari produksi biodiesel.

Pabrik ini juga adalah komitmen pelestarian lingkungan global untuk meninggalkan energi fosil dan beralih ke energi baru terbarukan.

Secara terpisah, Andi Amran Sulaiman menyebut total investasi pembangunan pabrik biodiesel itu sebesar Rp2 triliun.

Durasi pembangunananya dua tahun.

Kapasitas terpasang pabrik 1.500 ton per hari.

Dalam waktu dekat, pabrik di Tanah Bumbu juga memproduksi biodisel varian B-50.

PT Jhonlin Grup berdiri di are +730 hektare.

Korporasi ini mengembangkan 12 industri, antara lain, biodiesel, minyak goreng, dan membangun empat unit smelter tahun 2023 mendatang.

Kini, perusahaan itu mempekerjakan sekitar 20 ribu karyawan dengan total realisasi investasi Rp29 triliun. (*)

Halaman
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved