Tribun Ekonomi
SKK Migas dan KKKS Dorong Peningkatan Efek Berganda Hulu Migas Bagi Daerah
Hal itu dengan adanya kewajiban untuk memilih perusahaan daerah dimana proyek berada untuk pengadaan barang atau jasa senilai US$1 juta.
Penulis: Rudi Salam | Editor: Suryana Anas
TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - SKK Migas dan seluruh Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) mendorong peningkatan efek berganda (multiplier effects) industri hulu migas pada perekonomian nasional dan daerah.
Baik baik secara langsung maupun tidak langsung.
Sektor hulu migas memberikan dampak positif bagi pundi-pundi pemerintah daerah.
Hal itu dengan adanya kewajiban untuk memilih perusahaan daerah dimana proyek berada untuk pengadaan barang atau jasa senilai US$1 juta.
Selain itu, efek berganda industri hulu migas bagi pemerintah daerah juga dirasakan melalui penerapan kebijakan Dana Bagi Hasil (DBH) Migas dan participating interest.
Sektor hulu migas merupakan satu-satunya industri di Indonesia yang menerapkan kedua kebijakan tersebut untuk daerah penghasil migas.
Bagi daerah penghasil, DBH Migas adalah andalan sumber anggaran bagi pembangunan di daerah.
DBH diharapkan dapat digunakan sesuai dengan tujuan bersama untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat di sekitar wilayah operasi hulu migas.
Sedangkan dampak tidak langsung dari sektor hulu migas adalah terciptanya bisnis penyedia barang dan jasa lokal, kesempatan lapangan usaha, kesempatan kerja penyerapan tenaga kerja lokal, dan adanya tanggung jawab sosial yang diemban setiap KKKS pada wilayah kerjanya.
Besarnya efek berganda industri migas pada industri lain membuat SKK Migas menerapkan kebijakan untuk tetap menjalankan operasi hulu migas ketika pandemi Cobid-19.
Kepala SKK Migas Dwi Soetjipto, mengatakan bahwa keberadaan industri hulu migas beserta penunjangnya telah memberikan dukungan bagi kelangsungan industri lain, terutama di masa pandemi Covid-19.
Dampak yang ditimbulkan sektor hulu migas tersebut, kata dia, tidak hanya berkaitan dengan hal-hal yang bersifat teknis, tetapi juga non-teknis.
Terus beroperasinya usaha-usaha tersebut di seluruh wilayah operasi hulu migas membuat pendapatan daerah tetap terus bergulir.
“Di saat industri hulu migas tidak menghentikan kegiatan operasionalnya, maka industri yang terkait langsung maupun tidak dengan hulu migas tetap berjalan,” kata Dwi via rilis, Rabu (20/10/2021).
Dwi mengatakan bahwa nilai kontribusi industri migas bagi sejumlah industri lain pada 2020- Semester III 2021 mencapai USD7,126 miliar (setara dengan Rp.103,3 triliun).
Industri-industri yang mendapatkan efek berganda dari tetap beroperasinya sektor hulu migas di saat pandemi Covid-19.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/kepala-skk-migas-dwi-soetjipto-20102021.jpg)