Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

352 Tahun Sulsel

Sekprov Bacakan Sejarah Singkat Hari Jadi Sulsel, Berawal di Masa HZB Palaguna

Pada Tahun 1993 HZB Palaguna, Gubernur Kepala Daerah Tingkat I Sulawesi Selatan, menggagas lahirnya hari jadi Sulawesi Selatan.

Penulis: Muhammad Fadhly Ali | Editor: Suryana Anas
TRIBUN-TIMUR.COM/MUHAMMAD FADHLY ALI
Rapat Paripurna Istimewa Hari Jadi ke-352 Sulsel di Gedung DPRD Sulsel Jl Urip Sumoharjo Makassar, Selasa (19102021). 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Salah satu rangkaian Hari Jadi ke-352 Sulsel yakni pembacaan sejarah singkatnya.

Sekprov Sulsel Abdul Hayat Gani membacakannya di Rapat Paripurna Istimewa di Gedung DPRD Sulsel Jl Urip Sumoharjo Makassar, Selasa (19/10/2021).

Pada Tahun 1993 HZB Palaguna, Gubernur Kepala Daerah Tingkat I Sulawesi Selatan, menggagas lahirnya hari jadi Sulawesi Selatan.

Dengan tujuan sebagai upaya meningkatkan kecintaan dan kebanggaan terhadap jati diri dari masyarakat dalam rasa persatuan dan kesatuan melanjutkan pembangunan nasional yang berlangsung di Sulawesi Selatan

Gagasan ini, ditindaklanjuti dengan studi banding ke beberapa daerah dan Tudang Sipulung dalam bentuk seminar pada (18-19/7/1995) di Ruang Pola Kantor Gubernur.

Acara itu dihadiri kalangan Cendekiawan, Tokoh Masyarakat, Pinisepuh, Pimpinan Daerah Tingkat I dan Tingkat II beserta sejumlah Tokoh Daerah, Pimpinan Organisasi Politik dan Organisasi Pemuda se Sulawesi Selatan.

Tidak lain merumuskan hayat bersama kedalam substansi dan analog, yang menjadi simbol untuk memperkuat sinergi masyarakat dan pemerintah dalam perannya terhadap kelanjutan pembangunan daerah ini.

Seminar tersebut menampilkan 19 makalah utama dan makalah kunci dari Gubernur Kepala Daerah Tingkat I Sulawesi Selatan, serta sejumlah makalah sumbangan serta tulisan lainnya dari berbagai unsur secara spontan.

Pada  seminar ini, berhasil menjaring sejumlah keinginan berbagai kalangan yang teruji dengan pembahasan dari sejumlah cendekiawan.

Forum ini memutuskan rekomendasi berupa  5 rumusan usulan kepada Gubernur Kepala Daerah Tingkat I Sulawesi Selatan berpijak pada momentum puncak peristiwa di Sulawesi Selatan yang layak dan pantas.

Pembahasan  secara mendalam dilakukan oleh Gubernur Kepala Daerah bersama staf, sesuai usulan dan momentum puncak kejayaan peristiwa di Sulawesi Selatan dimaknai memiliki bobot nilai yang sama.

Maka simpulan yang dihasilkan adalah dipandang perlu memadukan atau menggabungkan rumusan yang ada dalam sebuah rumusan yang bermakna simbolik yaitu tanggal 19 bulan Oktober Tahun 1669.

Kesepakatan itu dilanjutkan Gubernur Kepala Daerah Tingkat I Sulawesi Selatan, kedalam Rancangan Peraturan Daerah Tingkat I Sulawesi Selatan.

Tidak lain meminta persetujuan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Tingkat I Sulawesi Selatan melalui mekanisme Tata Tertib DPRD Tingkat I Sulawesi Selatan, dan melalui Peraturan Daerah Tingkat I Sulawesi Selatan Nomor 10 Tahun 1995.

DPRD Tingkat I Sulawesi Selatan menyetujui dan menetapkan tanggal 19 Oktober 1669 sebagai hari jadi Sulawesi Selatan. (*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved