Breaking News:

KKB Papua

Sejarah Munculnya Separatis KKB Papua dan Enam Pimpinan yang Masih Terus Diburu Hingga Sekarang

Meski demikian, KKB Papua menyatakan akan terus melakukan teror kepada masyarakat Indonesia sampai Papua dinyatakan merdeka.

Editor: Muh. Irham
HANDOVER
Kelompok Kriminal Bersenjata atau KKB yang dipimpin Egianus Kogoya. 

TRIBUN-TIMUR.COM - Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Papua hingga kini masih eksis, khususnya di Papua. Nama KKB sendiri dilabelkan oleh Pemerintah Indonesia.

Akhir-akhir ini, mereka menurunkan tensi teror lantaran tengah berlangsung Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua yang berlangsung di Jayapura.

Meski demikian, KKB Papua menyatakan akan terus melakukan teror kepada masyarakat Indonesia sampai Papua dinyatakan merdeka.

Lantas bagaimana sejarah muculnya KKB dan bagaimana terbentuknya.

Dikutip dari Tribun-papua.com kelompok tersebut adalah Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM).

OPM adalah istilah umum bagi gerakan prokemerdekaan Papua yang dipicu atas sikap pemerintah Indonesia sejak tahun 1963.

Menurut peneliti kajian Papua di Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), gerakan prokemerdekaan Papua merupakan imbas dari perlakuan tidak adil yang diterima masyarakat Papua dari pemerintah Indonesia yang dianggap represif.

Perlawanan OPM secara bersenjata dilakukan pertama kali di Manokrawi pada 26 Juli 1965.

Sedangkan dari laporan Institute for Policy Analysis of Conflict (IPAC) berjudul The Current Status of The Papuan Pro-Independence Movement yang diterbitkan 24 Agustus 2015 menyebut organisasi ini 'terdiri dari faksi yang saling bersaing'.

Faksi ini terdiri dari tiga elemen: kelompok bersenjata, masing-masing memiliki kontrol teritori yang berbeda: Timika, dataran tinggi dan pantai utara; kelompok yang melakukan demonstrasi dan protes; dan sekelompok kecil pemimpin yang berbasis di luar negeri -seperti di Pasifik, Eropa dan AS- yang mencoba untuk meningkatkan kesadaran tentang isu Papua dan membangkitkan dukungan internasional untuk kemerdekaan.

Halaman
1234
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved