Breaking News:

Baharuddin Lopa

Ingat Jaksa Agung Tanpa Takut Baharuddin Lopa Kini Tanahnya Diserobot, Sang Putri: Diincar Mafia

Tanah warisan mantan Jaksa Agung, Baharudin Lopa kini dincar mafia tanah di Pontianak, Kalimantan Barat.

Editor: Muh Hasim Arfah
handover
Baharuddin Lopa SH adalah Jaksa Agung Republik Indonesia sejak 6 Juni 2001 sampai wafatnya pada 3 Juli 2001. 

TRIBUN-TIMUR.COM- Tribuners! masih ingat dengan Jaksa Agung, Baharuddin Lopa.

Baharuddin Lopa SH adalah Jaksa Agung Republik Indonesia sejak 6 Juni 2001 sampai wafatnya pada 3 Juli 2001.

Baharudin Lopa meninggal dunia pada usia 66 tahun di Rumah Sakit Al-Hamadi Riyadh di Arab Saudi, 3 Juli 2001 pukul 18.14 waktu setempat atau pukul 22.14 WIB akibat gangguan pada jantungnya.

Pria kelahiran Mandar, Sulawesi Selatan, pada 27 Agustus 1935 ini juga adalah mantan Duta Besar RI untuk Arab Saudi.

Dikutip dari website resmi kejaksaaan, almarhum Lopa, dikenal sebagai jaksa yang hampir tidak punya rasa takut, kecuali kepada Allah SWT.

Sepanjang karirnya di kejaksaan, Lopa pernah menjabat Kepala Kejaksaan Tinggi di Sulawesi Tenggara, Aceh, Kalimantan Barat serta Sulawesi Selatan, dan juga mengepalai Pusdiklat Kejaksaan Agung di Jakarta.

Baca juga: Cerita Baharuddin Lopa, Bob Hasan dan Ibu Kehilangan Paspor di Kakbah

Begitu menjabat Jaksa Agung, menggantikan Marzuki Darusman, Lopa langsung bekerja keras memberantas korupsi.

Lopa langsung memburu Sjamsul Nursalim yang sedang dirawat di Jepang dan Prajogo Pangestu yang dirawat di Singapura agar segera pulang ke Jakarta.

Lopa juga memutuskan untuk mencekal Marimutu Sinivasan.

Namun ketiga konglomerat “hitam” tersebut mendapat penangguhan proses pemeriksaan langsung dari Presiden Abdurrahman Wahid, alias Gus Dur.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved