Podcast Tribun Timur

Iksan Iskandar Sambut Baik Jika Ibu Kota Negara Pindah ke Jeneponto

Kabupaten Jeneponto ini sempat diwacanakan menjadi salah satu daerah yang akan dijadikan sebagai ibu kota negara Indonesia.

Penulis: A Syahrul Khair | Editor: Suryana Anas
Tangkapan layar Youtube Tribun Timur
Bupati Jeneponto, Iksan Iskandar (kanan) saat menjadi narasumber Podcast Series Tribun Timur seri ke-6, yang dipandu dari studio Tribun Timur, Host AS Kambie, di kantor Tribun Timur, Jl Cendrawasih, No 430, Makassar. Rabu (13/10/2021). (Tangkapan Layar YouTube) 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Butta Turatea, julukan Kabupaten Jeneponto ini sempat diwacanakan menjadi salah satu daerah yang akan dijadikan sebagai ibu kota negara Indonesia.

Wacana itu mencuat setelah Presiden Indonesia, Joko Widodo (Jokowi), berencana memindahkan ibu kota negara dari luar Pulau Jawa.

Wacana tersebut ditanggapi Jusuf Kalla.

Jusuf Kalla memberikan rekomendasi Kota Makassar sebagai salah satu pilihan.

Melalui rekomendasi itu, Wali Kota Makassar, Mohammad Ramdhan Pomanto, menyebut Kabupaten Jeneponto, layak menjadi ibu kota negara.

Salah satu alasannya, perihal keamanan dari bencana.

Menanggapi perihal itu,Bupati Jeneponto Iksan Iskandar, angkat bicara dalam program Podcast series Tribun Timur seri ke-6 yang tayang di kanal YouTube Tribun Timur. Rabu (13/10/2021).

"Menurut Pak Danny, bukan sebagai Wali Kota-nya, tapi yang kita kenal ahli perencana, ia mengeluarkan perencanaan seperti itu, kami hanya mendukung saja," kata Iksan. 

Pilihan itu berdasar dari aspek pertimbangan ilmiah Danny Pomanto.

"Karena mungkin beberapa aspek dan beberapa pertimbangannya, pasti pertimbangan ilmiah. Kami mendukung itu," lanjutnya.

Pada akhirnya, Jokowi akhirnya mengeluarkan pernyataan terkait pemilihan ibu kota negara.

Pilihannya adalah Kalimantan Timur (Kaltim). Pernyataan itu dikeluarkan pada 26 Agustus 2019 lalu.

Jokowi memilih Kaltim sebagai ibu kota negara yang baru.

Perintisan ibu kota negara yang baru juga telah berjalan belakangan ini..

Padahal, melalui pemerintah Kabupaten Jeneponto yang sempat diwacanakan sangat menyambut baik.

"Cuma tidak terealisasi apa yang diharapkan oleh Pak Danny ini," ungkap mantan sekda Jeneponto ini. (*)

  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved