Tribun Edukasi
Lima Alat Digunakan Nelayan Tradisional Tangkap Ikan
Warga yang hidup di pesisir laut kebanyakan mengandalkan hidupnya menjadi seorang nelayan.
Ada banyak jenis jaring yang digunakan nelayan tradisional, contohnya jaring insang hanyut, jaring klitik, jaring angkat, dan jaring lempar.
Alat pancing
Alat pancing adalah joran panjang yang terbuat dari kayu atau bambu, ikatkan tali pada ujungnya dan dilengkapi dengan kail.
Alat pancing digunakan oleh nelayan untuk menangkap ikan, terutama ikan cakalang.
Tombak Cara menangkap ikan menggunakan tombak disebut dengan spearfishing.
Dikutip dari History of Fishing, spearfishing adalah metode memancing dengan tombak dan merupakan cara tertua manusia dalam menangkap ikan.
Memancing ikan dengan tombak diperkirakan ada sejak tahun 203 sebelum masehi.
Rawai
Rawai adalah alat menangkap ikan tradisional berupa tali panjang (long line) yang memiliki cabang tali, di mana setiap cabangnya dipasangi kail untuk menangkap ikan.
Wisnu Linggo Franjaya dan kawan-kawan dalam jurnal Analisis Produktivitas dan Teknis Penangkapan Rawai Dasar di Desa Kota Bani Kecamatan Putri Hijau Kabupaten Bengkulu Utara (2018) menyebutkan tari utama rawai memiliki panjang 1000 meter, dengan tali cabang sepanjang 300 hingga 500 meter yang dipasang dengan jarak 1,5 meter.
Ujung-ujung tali cabang diberi kail pancing dan umpan dengan ukuran yang menyesuaikan dengan ikan apa yang ingin ditangkap.
Rawai biasanya dibentangkan dengan perahu kecil nelayan, diberikan pemberat dan juga pelampung.
Rawai dibentangkan di laut dan dibiarkan selam satu hari, untuk menunggu ikan terkait pancing.
Rawai kemudian akan diangkap oleh nelayan setelah satu hari, ikan-ikan yang ditangkap rawai biasanya berukuran besar.
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Alat yang Digunakan Nelayan Tradisional untuk Menangkap Ikan",
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/suasana-aktivitas-nelayan-di-tempat-pelelangan-ikan-tpi-kota-palopo-senin-28621-sore.jpg)