Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Tribun Edukasi

Lima Alat Digunakan Nelayan Tradisional Tangkap Ikan

Warga yang hidup di pesisir laut kebanyakan mengandalkan hidupnya menjadi seorang nelayan.

Editor: Sudirman
ist
Suasana aktivitas nelayan di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Kota Palopo, Senin (28/6/21) sore 

TRIBUN-TIMUR.COM - Warga yang hidup di pesisir laut kebanyakan mengandalkan hidupnya menjadi seorang nelayan.

Para nelayan tradisional bisa bertahan hidup dengan mengandalkan alat seadannya.

Mereka selalu menggunakan alat tradisional saat pergi melaut seperti perahu kecil.

Walaupun hanya menggunakan perahu kecil, mereka tetap dapat menghidupi keluarganya dari menangkap ikan.

Selain itu mereka menggunakan jaring kecil, bubu, alat pancing, tombak dan rawai. Berikut penjelansannya

Perahu Kecil

Nelayan tradisional biasanya menggunakan perahu kecil yang mengandalkan tenaga kayuh ataupun angin laut, tanpa bantuan motor. Contohnya adalah sampan, kano, dan kapal tanpa motor lainnya.

Bubu

Bubu adalah alat penangkap ikan tradisional yang terbuat dari rotan, bambu, maupun kayu.

Bubu biasanya berbentuk seperti corong yang dapat memerangkap ikan jika masuk ke dalamnya.

Bubu disimpan di aliran sungai ataupun laut dangkal dan didiamkan selama satu hari untuk menunggu ikan terperangkap.

Dilansir dari Food and Agriculture Organization of The United Nations, tangkapan yang dihasilkan bubu relatif sedikit.

Sehingga biasanya yang ditangkap adalah hewan dengan nilai ekonomi tinggi seperti lobster, udang, udang karang, kepiting, ikan kakap, gurita, dan sotong.

Jaring atau jala

Nelayan tradisional juga menggunakan jaring atau jala untuk menangkap ikan.

Jaring terbuat dari benang ataupun nilon yang dirancang untuk memerangkap ikan.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved