Tribun Edukasi
Lima Alat Digunakan Nelayan Tradisional Tangkap Ikan
Warga yang hidup di pesisir laut kebanyakan mengandalkan hidupnya menjadi seorang nelayan.
TRIBUN-TIMUR.COM - Warga yang hidup di pesisir laut kebanyakan mengandalkan hidupnya menjadi seorang nelayan.
Para nelayan tradisional bisa bertahan hidup dengan mengandalkan alat seadannya.
Mereka selalu menggunakan alat tradisional saat pergi melaut seperti perahu kecil.
Walaupun hanya menggunakan perahu kecil, mereka tetap dapat menghidupi keluarganya dari menangkap ikan.
Selain itu mereka menggunakan jaring kecil, bubu, alat pancing, tombak dan rawai. Berikut penjelansannya
Perahu Kecil
Nelayan tradisional biasanya menggunakan perahu kecil yang mengandalkan tenaga kayuh ataupun angin laut, tanpa bantuan motor. Contohnya adalah sampan, kano, dan kapal tanpa motor lainnya.
Bubu
Bubu adalah alat penangkap ikan tradisional yang terbuat dari rotan, bambu, maupun kayu.
Bubu biasanya berbentuk seperti corong yang dapat memerangkap ikan jika masuk ke dalamnya.
Bubu disimpan di aliran sungai ataupun laut dangkal dan didiamkan selama satu hari untuk menunggu ikan terperangkap.
Dilansir dari Food and Agriculture Organization of The United Nations, tangkapan yang dihasilkan bubu relatif sedikit.
Sehingga biasanya yang ditangkap adalah hewan dengan nilai ekonomi tinggi seperti lobster, udang, udang karang, kepiting, ikan kakap, gurita, dan sotong.
Jaring atau jala
Nelayan tradisional juga menggunakan jaring atau jala untuk menangkap ikan.
Jaring terbuat dari benang ataupun nilon yang dirancang untuk memerangkap ikan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/suasana-aktivitas-nelayan-di-tempat-pelelangan-ikan-tpi-kota-palopo-senin-28621-sore.jpg)