Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Kisah Pejuang Kanker Payudara, Tak Direstui Keluarga Untuk Pengobatan Medis

Langkah awal yang dijalaninya adalah pengobatan kemoterapi. Dua kali menjalani pengobatan tersebut ia beralih pada pengobatan alternatif.

Tayang:
Penulis: Desi Triana Aswan | Editor: Waode Nurmin
Desi Triana/Tribun Timur
dr Khairatu Nissa Rangkuti merupakan satu dari banyaknya pejuang kanker payudara di Indonesia. 

TRIBUN-TIMUR.COM- dr Khairatu Nissa Rangkuti merupakan satu dari banyaknya pejuang kanker payudara di Indonesia.

Ia kini menjadi Breast Cancer Survivor dan menjadi anggota Yayasan Kanker Payudara Indonesia (YKPI).

Melalui webinar yang digelar PT Uni Charm Indonesia Tbk,Rabu (6/10/2021), ia menceritakan kisah perjuangannya dalam melawan Kanker payudara.

Mengalami rasa sakit pada bagian payudara membuatnya merasa khawatir.

Awalnya, ia merasakan benjolan di bagian payudaranya.

"Pada saat menyusui terasa sekali benjolannya," tuturnya.

Ia pun melakukan konsultasi dengan seorang terapis namun diberitahukan padanya bahwa benjolan itu merupakan benjolan asi.

Alhasil, dr Nissa sapaannya membiarkan benjolan tersebut karena masih menyusui anaknya.

Ia pun merasa tidak nyaman. Rasa sakit pada payudaranya semakin nyeri.

Hingga akhirnya, ia mengambil keputusan untuk berkonsultasi pada dokter.

"Disaat itulah saya divonis kanker payudara stadium tiga," tuturnya.

Ia merasa kaget dan mencari tahu bagaimana proses penyembuhan kanker payudara yang dialaminya.

Langkah awal yang dijalaninya adalah pengobatan kemoterapi.

Dua kali menjalani pengobatan tersebut ia beralih pada pengobatan alternatif.

Hal ini dilakukannya atas permintaan keluarga.

Pasalnya, keluarganya tak begitu yakin dengan proses penyembuhan secara medis.

Ia tetap menjalani permintaan keluarganya.

Namun, kondisinya semakin parah. Menurut Nissa, jerawatnya bahkan mulai tumbuh akibat pengobatan terapis tersebut.

dr Nissa berusaha mencari seseorang yang dapat meyakinkan keluarganya untuk menjalani pengobatan secara medis kembali.

"Saya berusaha untuk mendapat dukungan agar bisa terapi medis dan diizinkan keluarga. Akhirnya, saya jelaskan bahwa terapi medis lah yang paling cocok untuk penyembuhan," tuturnya.

Nissa pun kembali menjalani terapi medis.

Bahkan ia melakukan operasi hingga tahap radiasi.

Meski telah melakukan pengobatan selama berbulan-bulan, tak disadari Nissa ternyata penyakit kanker yang dideritanya menyebar sampai ke otak.

Hal itu, tidak membuatnya pesimis. Ia konsisten menjalani terapi.

Dukungan dari keluarga pun membuatnya semakin kuat dan bertahan.

"Memang pengobatannya berbulan-bulan, bahkan selama satu tahun lebih tidak selesai-selesai," tuturnya.

Hingga akhirnya, perjuangannya tak sia-sia. Berkat semangat yang dimilikinya, kini ia bisa beraktivitas dengan normal.

"Alhamdulillah 90 persen kembali normal. Jadi semakin sudah seperti biasa walaupun ada terapi makan obat dan masih menjalani kemoterapi," pungkasnya.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved