Breaking News:

Tribun Bulukumba

Ini Penyebab TPP ASN Bulukumba Belum Dibayarkan

Karena aturan baru dari Kemendagri, mewajibkan pembayaran insentif nakes minimal 50 persen.

Penulis: Firki Arisandi | Editor: Hasriyani Latif
TRIBUN TIMUR/FIRKI
Kepala Dinas Keuangan Daerah Bulukumba, Andi Sufardiman 

TRIBUNBULUKUMBA.COM, UJUNG BULU - Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) untuk Aparatur Sipil Negara (ASN), di Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan (Sulsel), belum dibayarkan.

Dari data yang diperoleh, TPP ASN Bululukumba sudah tidak dibayarkan selama dua bulan, yakni dari Agustus dan September.

Itu dikarenakan ada aturan baru dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).

Mereka meminta agar insentif tenaga kesehatan diutamakan dari pembayaran TPP.

Kepala Dinas Keuangan Daerah Bulukumba, Andi Sufardiman, Rabu (6/10/2021) mengatakan pihaknya tak bisa berbuat banyak.

Karena aturan baru dari Kemendagri, mewajibkan pembayaran insentif nakes minimal 50 persen.

"Pembayaran insentif nakes harus melihat realisasi 50 persen pembayaran, jadi Dinas Kesehatan harus melaporkan dulu realisasi pembayaran nakesnya," katanya.

Setelah ada pelaporan, ditindaklanjuti rekomendasi pembayaran TPP ke Badan Kepegawaian Dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM).

"Setelah itu diajukan ke kami di keuangan baru dicairkan," jelasnya. 

"Jadi kendalanya, menunggu pelaporan dari Dinkes dan rekomendasi dari pusat," tambahnya. 

Sementara itu, Kadis Kesehatan Bulukumba dr Wahyuni yang dikonfirmasi belum memberikan respon.

Sekadar diketahui, TPP merupakan singkatan dari Tambahan Penghasilan Pegawai

Tambahan penghasilan yang diberikan pada PNS ini bertujuan untuk meninggatkan kesejahteraan PNS. 

Selain meningkatkan kesejahteraan PNS, TPP PNS 2021 ini diberikan dengan tujuan meningkatkan motivasi dari PNS tersebut.(*)

Laporan Wartawan Tribun Timur, Firki Arisandi

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved