Breaking News:

Keracunan Massal

Pengakuan Pemilik Katering saat Diperiksa Polisi Terkait Kasus Keracunan Massal di Takalar

Selama 10 tahun itu dia mengaku baru pertama kali ada kejadian keracunan massal seperti ini.

TRIBUN-TIMUR.COM/SAYYID
Pemeriksaan saksi terkait kasus keracunan massal di Mapolres Takalar, Minggu (3/10/2021). 

TRIBUN-TIMUR.COM, TAKALAR - Polres Takalar memeriksa lima orang saksi terkait kasus keracunan di Galesong Utara, Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan, Minggu (3/10/2021) dini hari.

Mereka adalah pemilik rumah, orang yang mengadakan takziah, dan pengusaha katering.

Pemilik Katering, Nursanti Daeng Tongji mengaku total nasi kotak yang disiapkan sebanyak 250.

"Yang masak sepupu. Kalau pesanan banyak saya ambil karyawan. Kalau cuman 30 pesanan saya sendiri ji," ujarnya saat ditemui tribun-timur.com di Mapolres Takalar.

Nursanti Daeng Tongki menjalankan kateringnya sudah 10 tahun.

Selama 10 tahun itu dia mengaku baru pertama kali ada kejadian seperti ini.

Dia mengaku membeli ayam di harkor dekat jembatan batu-batu penjual ikan di Takalar.

Penjual ayam itu merupakan langganannya.

Menurut dia, hampir semua pelaku usaha membeli ayam di sana.

Dia mengaku tidak mengetahui penyebab keracunan ini.

Halaman
1234
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved