Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Jokowi

Diingatkan soal Jabatan Jokowi Sisa 3 Tahun, DS: Habis Itu Pak Ganjar Pranowo. Kalian Gagal Maning

Denny Siregar yakin Ganjar Pranowo merupakan sosok yang bakal menggantikan Jokowi jadi presiden kelak.

Editor: Sakinah Sudin
Kolase Tribunnews.com
Kolase: Jokowi (Instagram.com @Jokowi) dan Ganjar Pranowo (Instagram ganjar_pranowo). Ganjar mengungkapkan pesan penting dari Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam kunjungan kerja ke Jateng, Jumat (11/6/2021). 

TRIBUN-TIMUR.COM - Pegiat media sosial Denny Siregar secara terang-terangan mendukung Ganjar Pranowo di Pilpres 2024.

Dalam beberapa cuitannya, Denny Siregar mengungkapkan kekaguman dan dukungannya kepada Gubernur Jawa Tengah itu.

Baca juga: Ternyata Ini Alasan Denny Siregar Tak Pernah Serang Puan Maharani Meski Mendukung Ganjar Pranowo

Terbaru, ahabat Abu Janda dan Eko Kuntadhi itu yakin Ganjar Pranowo merupakan sosok yang bakal menggantikan Jokowi jadi presiden kelak.

Bermula dari postingan pemilik akun Twitter @panca66.

Tampak dia memposting video Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).

"Nih ketum partai era baru, era sosmed yang ngerti arti penting kehadiran influencer. Anak2 muda harus terus bersuara agar suara mereka tak dibungkam. Makanya @PDemokrat sekarang punya tim sosmed yang kuat untuk melawan buzzerp seperti @Dennysiregar7 (emoji)," tulis akun tersebut, Sabtu (2/10/2021) pukul 7.24 malam, seperti dikutip Tribun-timur.com.

Denny Siregar pun membalas cuitan itu.

"Maksudnya bung @panca66 untuk ngelawan gua seorang diri, @PDemokrat harus kerahkan seluruh kader partai ?

Wah, gua kok merasa terhormat ya ? (emoji)," balas Denny Siregar, Minggu (3/10/2021) pukul 1.25 dini hari.

Cuitan Denny Siregar lalu dikomentari pemilik akun Twitter @infokita_news.

Pemilik akun tersebut mengingatkan Denny terkait masa jabatan Presiden Jokowi periode 2 tinggal tiga tahun lagi.

"Denny Siregar ingat jkw tinggal 3 tahun lagi, 3 thn tak terasa?," tulis akun tersebut, Minggu (pukul 2.06 dini hari).

Denny Siregar pun membalasnya beberapa jam kemudian.

"Iya memang. Habis itu pak @ganjarpranowo. Kalian gagal maning, gagal maning (emoji tertawa)," tulisnya, Minggu pukul 11.50 siang.

Alasan Denny Siregar Tak Pernah 'Serang' Puan Maharani Meski Mendukung Ganjar Pranowo

Pegiat media sosial Denny Siregar tetiba kembali membahas Ganjar Pranowo dan Puan Maharani dalam kaitannya dengan PDIP.

Denny Siregar secara terang-terangan mengaku pendukung Ganjar Pranowo (untuk Pilpres 2024).

Meski begitu, kata dia, dirinya tak pernah menyerang Puan Maharani.

Kata Denny Siregar, Puan Maharani dan Ganjar Pranowo berada di satu kapal (yakni PDIP).

Dia berharap keduanya tetap begitu hingga tahun 2024.

Hal tersebut diungkapkan Denny Siregarlewat akun Twitter @Dennysiregar7, seperti dilansir Tribun-timur.com.

"Gua itu pendukung Ganjar. Tapi gak pernah serang Puan.

Palingan kasih nasehat, bahwa promosi lewat baliho - apalagi di pandemi ini - salah total.

Puan dan Ganjar itu ada di satu kapal. Kita berharap tetap begitu smp 2024.

Fokus ke Demokrat aja. Kadrun mo berlabuh kesana..," tulis Denny Siregar, Selasa (24/8/2021) pukul 12.15 siang.

Denny Siregar Yakin Ganjar Pranowo Setia kepada PDIP

Bukan sekali ini Denny Siregar membahas terkait Ganjar Pranowo dan Puan Maharani.

Beberapa waktu lalu, Denny Siregar mengatakan yakin Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo sebagai setia kepada PDIP.

Denny Siregar mengatakan Ganjar Pranowo bergabung ke PDIP sejak mahasiswa.

 Sahabat Eko Kuntadhi dan Abu Janda itu juga menyebut Ganjar sebagai loyalis militan Megawati.

"Gua yakin, pak @ganjarpranowo itu orang yg sangat setia pada @PDI_Perjuangan.

Dia sdh gabung sejak mahasiswa. Loyalis Megawati militan. Jadi apapun kata orang, dia tidak akan mau diadu2 dgn Puan, yang sdh spt adeknya sendiri.

Cuma, mgkn di partai ada org2 yg pengen cari muka..," tulis Denny Siregar lewat akun Twitter @Dennysiregar7, Minggu (15/8/2021) pukul 00.39 tengah malam, seperti dilansir Tribun-timur.com.

Pada postingan selanjutnya, Denny Siregar, memprediksi sikap Ganjar Pranowo seandainya Megawati akhirnya mencalonkan Puan Maharani di Pilpres 2024.

Denny Siregar mengatakan Ganjar Pranowo pasti menerima karena hormat kepada Megawati.

"Gimana seandainya bu Mega akhirnya calonkan Puan di 2024 ?

Pak @ganjarpranowo pasti terima. Dia sangat hormat sama bu Mega. Lebih baik mundur drpd harus berbenturan.

Sampai akhirnya ada yg datang dan tepuk pundaknya, "Kamu hrs maju. Ini bukan utk kamu. Tapi utk Indonesia.." tulis Denny Siregar di hari yang sama, pukul 00.49 tengah malam.

PDIP Lebih Banyak Pilih Ganjar Pranowo daripada Puan Maharani

Seperti diketahui, meski Pilpres 2024 masih lama, sudah banyak lembaga yang melakukan survei terkait nama Capres 2024.

Salah satunya Charta Politika Indonesia.

Sebelumnya diberitakan Tribunnews, Lembaga Survei Nasional Charta Politika Indonesia merilis hasil survei terbarunya terkait dengan tingkat elektabilitas para tokoh atau pejabat politik di Indonesia.

Dari hasil tersebut, Ganjar Pranowo menjadi pejabat politik yang memiliki elektabilitas tertinggi menjadi Presiden masa mendatang.

Ia bahkan mengalahkan Menteri Pertahanan Prabowo Subianto.

Direktur Eksekutif Charta Politika Indonesia Yunarto Wijaya mengatakan, berdasarkan temuan pihaknya melalui survei itu nama Gubernur Jawa Tengah itu memiliki banyak pemilih.

Bahkan dominan kata dia, responden yang memilih Ganjar merupakan pemilih dari PDI-P.

Dengan begitu Ganjar juga mengalahkan ketua DPR RI sekaligus putri dari Ketua Umum PDI-P Megawati Soekarnoputri.

"Pemilih PDIP paling banyak menjatuhkan pilihan kepada Ganjar Pranowo, sedangkan pemilih Gerindra paling banyak memilih Prabowo Subianto," kata Yunarto saat menyampaikan hasil surveinya secara daring, Kamis (12/8/2021).

"Pemilih PKB terbelah memilih Ganjar Pranowo dan Anies Baswedan, sedangkan pemilih PKS paling banyak memilih Anies Baswedan," sambungnya.

Adapun dalam persentase responden pemilih PDI-P yang menjatuhkan pilihan ke Ganjar Pranowo mencapai hampir 45 persen.

Sementara pemilih PDI-P yang juga memilih Puan Maharani, hanya sebesar 4,8 persen.

"Pemilih PDI-P yang memilih Ganjar Pranowo itu 44,7 persen," ucapnya.

Sebelumnya, Charta Politika Indonesia mengumumkan 10 nama pejabat politik yang memiliki elektabilitas tertinggi saat ini.

Adapun 10 nama tersebut kata Yunarto Wijaya yakni, Prabowo Subianto, Anies Baswedan, Sandiaga Uno, Ma'ruf Amin, Ust Abdul Somad, Agus Harimurti Yudhoyono, Basuki Tjahaja Purnama, Ridwan Kamil serta Ganjar Pranowo.

"Dari keseluruhannya, Prabowo menempati urutan pertama pejabat yang paling dikenal dengan 90,2 persen responden mengenalnya, lalu Anies Baswedan 87,8 persen dan Sandiaga Uno 82,7 persen, itu ketiga teratas yang paling dikenal," kata Yunarto saat menyampaikan hasil surveinya secara daring, Kamis (12/8/2021).

Dari keseluruhan nama tersebut, pihaknya kembali melakukan survei kepada para respondennya. Kali ini terkait dengan kemungkinan terpilih sebagai Presiden.

Kata Yunarto, dari kesepuluh nama tersebut, Ganjar Pranowo menempati urutan teratas melampaui Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Menteri Pertahanan RI Prabowo Subianto.

Angka persentase yang didapat oleh Gubernur Jawa Tengah itu mencapai 20,6 persen, unggul sekitar 3 persen dari Anies dan Prabowo.

"Pada simulasi 10 nama, Ganjar Pranowo (20.6 persen) mendapat elektabilitas tertinggi, diikuti berikutnya oleh Anies Baswedan (17.8 persen) dan Prabowo Subianto (17.5%)," ucapnya.

Jika ditelusuri berdasarkan wilayah atau domisili dari responden yang memilih Ganjar Pranowo, dominan mereka merupakan masyarakat Jawa Tengah dan di DIY dengan persentase 69,5 persen.

Selanjutnya, untuk Anies Baswedan unggul di wilayah DKI Jakarta dan Banten sebesar 35 persen sementara Prabowo Subianto unggul di wilayah Jawa Barat dengan persentase 27,6 persen.

Tanggapan Arteria Dahlan

Hasil survei dari Charta Politika Indonesia menyebutkan jika elektabilitas Ganjar Pranowo dengan Puan Maharani bisa dikatakan terpaut cukup jauh.

Diketahui, Ganjar Pranowo menjadi pejabat politik yang memiliki elektabilitas tertinggi dengan 16,2 persen.

Sementara, elektabilitas Puan Maharani terlampau jauh dari Ganjar dengan angka 0,7 persen.

Hasil survei itu pun ditanggapi anggota Komisi III DPR RI Fraksi PDIP, Arteria Dahlan.

Dia mengaku bingung dengan beredarnya banyak survei terkait nama Capres 2024 di tahun 2021.

Sebab menurutnya, PDIP masih jauh untuk menentukan sosok yang akan dicalonkan menjadi Presiden di Pilpres 2024.

Ia pun heran dengan respons publik yang selalu menghadap-hadapkan Ganjar Pranowo dan Puan Maharani.

"Kami menghormati hasil survei, tapi saya bingung baru tahun 2021 sudah bicara elektabilitas calon Presiden."

"Sudah bicara survei Capres, sudah bicara menghadap-hadapkan Mas Ganjar dengan Mba Puan," kata Arteria, dikutip dari tayangan Youtube, Kompas TV, Sabtu (14/8/2021), dilansir dari Tribunnews.com.

Pasalnya, lanjut Arteria, kedua sosok tersebut pasti sepakat dengan rekomendasi calon Presiden dari Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri.

"Dua-duanya PDIP, dua-duanya pasti patuh dan tegak lurus apapun yang direkomendasi oleh konstitusi partai kami melalui hak prerogatif Ketua Umum Megawati Soekarnoputri," tambah Arteria.

Di sisi lain, mengenai tren pemasangan baliho Puan Maharani, Arteria menegaskan hal tersebut tidak ditujukan untuk meningkatkan elektabilitas.

"Keliru besar mengaitkan baliho dengan kepentingan elektoral, baliho Mba Puan itu tidak ditujukan untuk kepentingan elektoral."

"Dikatakan naik atau tidak dengan adanya baliho ya jelas tidak relevan, karena kita tidak ada tujuan untuk meningkatkan elektabilitas atau berbicara mengenai Capres maupun kepentingan elektoral," tegas Arteria.

Menurutnya, hasil survei yang tinggi tidak menjadi tolak ukur seseorang untuk dicalonkan menjadi Presiden di Pilpres 2024.

Ia menegaskan, PDIP hanya akan memilih calon presiden yang benar-benar menjadi pilihan rakyat, dan bukan dari hasil survei.

"Mas ganjar katanya layak jadi Capres atau punya hasil survei tinggi ya gapapa."

"Tapi yang utama di 2024, kita inginnya bukan presiden survei dan presiden hasil medsos (media sosial, red)."

"Tapi memang betul-betul presiden yang dipilih dari rakyat," ungkapnya.

Oleh karena itu, Arteria meminta agar publik bersabar dan tidak mengaitkan seakan Ganjar Pranowo dan Puan Maharani bersaing dalam Pilpres 2024.

"Jadi bersabarlah kami juga belum tahu siapa yang mau direkomendasi, tapi sudah dihadap-hadapkan seperti ini," jelasnya. (Tribun-timur.com/ Sakinah Sudin)(Tribunnews.com/Maliana/Rizki Sandi Saputra)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved