Unismuh
Lima Kampus di Indonesia Ikut Pertukaran Pelajar di Unismuh Makassar
Diantranya Universitas Negeri Yogyakarta, STKIP Muhammadiyah PGRI Sumatera Barat, Universitas Djuanda Jawa Barat.
Penulis: Siti Aminah | Editor: Sudirman
TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Lima kampus di Indonesia mengikuti program pertukaran mahasiswa.
Diantranya Universitas Negeri Yogyakarta, STKIP Muhammadiyah PGRI Sumatera Barat, Universitas Djuanda Jawa Barat.
Universitas Muhammadiyah Kupang dan Universitas Muhammadiyah Sidenreng Rappang.
Mereka mengikuti pertukaran di Program Studi Pendidikan Sosiologi Unismuh.
Ketua Prodi Pendidikan Sosiologi Unismuh, Nurdin mengatakan, pertukaran mahasiswa ini merupakan salah satu program Kemendikbud-ristek.
"Ini merupakan wujud dari sosialisasi program Merdeka Belajar-Kampus Merdeka (MBKM)," ucap Nurdin, Jumat (1/9/2021).
Dalam program ini, mahasiswa akan belajar di kampus pada klaster daerah yang berbeda dengan kampus asalnya.
Tujuannya agar mahasiswa dapat berjumpa dengan mahasiswa lain dari perguruan tinggi yang berbeda.
"Sehingga dapat mengembangkan kepemimpinan, percaya diri dan kepekaan sosial," jelasnya.
Menurut Nurdin, mahasiswa yang mengikuti program ini di Pendidikan Sosiologi Unismuh, mengikuti mata kuliah multiliterasi sosial.
Lewat mata kuliah ini, mahasiswa akan diarahkan untuk menguasai keterampilan hidup Abad-21.
"Yaitu berpikir kritis, bersikap kreatif, memiliki kecakapan berkomunikasi dan berkolaborasi,” paparnya.
Secara operasional, untuk membangun kompetensi.
Mahasiswa akan dididik untuk mengembangkan keterampilan membaca dan menulis dengan pendekatan Sosiologi.
“Keterampilan membaca teks, maupun membaca realitas sosial, serta merefleksikan bacaan tersebut ke dalam tulisan yang bernuansa kritik sosial," ulasnya.
Apalagi keterampilan membaca juga merupakan upaya mengembangkan kreativitas dan kapasitas diri.
Pada zaman ini, tidak cukup kita hanya memberikan keterampilan yang bersifat praktis.
Perkembangan teknologi yang cukup pesat, membuat keterampilan diajarkan di bangku pendidikan tidak mampu mengikuti akselerasi keterampilan di dunia kerja.
“Yang dibutuhkan adalah keterampilan untuk ‘never ending learning’, dengan kesadaran untuk terus belajar, maka keterampilan apapun dapat dipelajari sepanjang hayat,” ujar Nurdin.
Keterampilan berkomunikasi dan berkolaborasi juga menjadi poin penting.
Baginya, hal yang tak kalah pentingnya adalah penguasaan literasi digital.
"Inilah era post-truth, dimana kebenaran dan kepalsuan sulit dibedakan. Hoaks begitu mudah beredar, karena minimnya literasi digital ini. Poin ini juga akan dibahas,” ungkap Nurdin.
Diketahui, Prodi Pendidikan Sosiologi Unismuh telah meraih akreditasi A sejak tahun 2019.
Prodi ini juga memiliki dosen yang sebagian besar berkualifikasi pendidikan doktor.
Bahkan dua orang di antaranya telah meraih jabatan fungsional Profesor.
Tahun 2021, Unismuh juga telah membuka Prodi Magister Pendidikan Sosiologi.
Unismuh merupakan satu-satunya Perguruan Tinggi Swasta yang membuka prodi S2 tersebut. (*)