Penghianatan G30S PKI
Betapa Beraninya Istri Jenderal AH Nasution Hadapi Cakrabirawa saat Malam Peristiwa G30S/PKI
Ia bercerita, saat malam mencekam itu, Johanna dan AH Nasution sebenarnya sudah terbangun karena ada
Johanna memastikan sampai pasukan itu benar-benar pergi.
Selanjutnya, Johanna mencoba mencari bantuan agar bisa membawa Ade Irma yang terluka ke rumah sakit.
"Ibu saya bilang, 'kamu tinggal di sini, kamu cari perlindungan dulu. Mamah mau bawa adek dulu ke rumah sakit'. Ibu saya berangkat ke RSPAD, saya masih ngumpet di belakang sama tante saya yang kena tembak sama nenek saya," kata Yanti.
Akhirnya, jam setengah 8 pagi, Yanti ke RSPAD.
Di sana, ia juga melihat ada anggota keluarga DI Pandjaitan yang terluka.
"Terus saya lihat adek saya sudah berdarah-darah. Lihat dia saya nangis. Dia bilang 'kakak jangan menangis' Terus dia tanya 'mamah kenapa ayah ditembak'. Itu yang terakhir saya lihat," ujarnya.
Ade Irma Nasution wafat di rumah sakit pada usianya yang masih kecil, 5,5 tahun.
Artikel ini telah tayang di TribunJabar.id dengan judul Keberanian Istri AH Nasution saat G30S/PKI, Hadapi Cakrabirawa, Selamatkan Suami, Gendong Ade Irma
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/keberanian-istri-ah-nasution-saat-g30spki.jpg)