Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Penghianatan G30S PKI

Betapa Beraninya Istri Jenderal AH Nasution Hadapi Cakrabirawa saat Malam Peristiwa G30S/PKI

Ia bercerita, saat malam mencekam itu, Johanna dan AH Nasution sebenarnya sudah terbangun karena ada

Editor: Ilham Arsyam
Istimewa via Tribunnews.com
Betapa beraninya istri AH Nasution, Johanna Sunarti saat malam peristiwa G30S/PKI, sempat diceritakan oleh Hendriyanti Sahara atau yang kerap disapa Yanti Nasution. 

Ia menangis. Namun, Johanna menenangkannya agar tak menangis.

Berikutnya, Johanna menyerahkan putri bungsunya, Ade Irma ke Mardiah.

Mardiah adalah tante dari Ade Irma dan Yanti.

"Mungkin kan suasananya seperti itu. Tante saya (malah) keluar dari pintu yang Cakrabirawanya di situ.

"Adik saya tertembak lagi di situ. Adik saya tertembak, pintu ditutup lagi oleh ibu saya. Terus ibu saya yang lihat adik saya sudah tertembak," ujar Yanti.

Sambil menggendong Ade Irma yang sudah berdarah, Johanna meminta suaminya untuk menyelamatkan diri.

Diorama Ade Irma Suryani di Museum Jendral Besar AH Nasution (Youtube)
Akhirnya, ia membawa AH Nasution untuk melompati tembok Kedubes Irak yang berada di samping rumahnya.

"Di situ, ayah sudah naik, terus mau turun lagi. Terus mamah bilang, 'sudah jangan pikirkan kita, kamu yang dicari'," ujarnya.

AH Nasution akhirnya berhasil melarikan diri.

Sementara itu, Johanna yang masih menggendong Ade Irma mencoba untuk menelpon Mayjen Umar Wirahadikusuma.

Namun, panggilan tak tersambung. Teleponnya ternyata sudah diputus.

Di dalam rumahnya, Johanna pun sempat bertemu dengan pasukan Cakrabirawa.

Salah seorang anggota pasukan itu bertanya keberadaan AH Nasution.

"Mamah jawab, 'Pak Nasution sudah 2 hari tidak di rumah'," ujar Yanti.

Tak disangka, Johanna yang masih menggendong Ade Irma malah mengantar beberapa pasukan Cakrabirawa sampai ke depan rumah.

Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved