Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Tribun Bulukumba

Tarif Pete-pete di Bulukumba Dipastikan Naik, Terminal ke Tanete Bayar Rp 15 Ribu

Meski harus menggunakan bahan bakar jenis pertalite, para sopir angkutan tetap mendapat subsidi.

Penulis: Firki Arisandi | Editor: Hasriyani Latif
TRIBUN-TIMUR.COM
Ketua Organisasi Angkutan Darat (Organda) Bulukumba, Ichtiar Akmal 

TRIBUNBULUKUMBA.COM, UJUNG BULU - Tarif angkutan umum atau pete-pete di Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan (Sulsel) dipastikan bakal naik.

Itu setelah Organisasi Angkutan Darat (Organda), Dinas Perhubungan (Dishub), Satlantas, dan para sopir dipertemukan, Rabu (29/9/2021).

Pertemuan itu berlangsung di Kantor Dinas Perhubungan Bulukumba.

Ketua Organda Bulukumba Ichtiar Akmal, mengaku, jika pertemuan dengan beberapa pihak yang dilakukan di kantor Dishub Bulukumba sudah menemukan kesepakatan.

"Alhamdulillah kami sudah sepakat. Semua jurusan, trayek dinormalkan tarifnya kembali. Misalnya dari harga Rp 13 ribu menjadi Rp 15 ribu untuk angkutan dari Terminal menuju Tanete," jelasnya.

Kepala Bidang Pembangunan dan Keselamatan Dishub Bulukumba, Idham Khalid Dg Patunru mengaku jika tidak beredarnya lagi bahan bakar jenis premium adalah bagian kebijakan dari pemerintah pusat.

"Ini memang kebijakan pemerintah pusat, bahwa tidak beredarnya lagi premium. Makanya kami berterima kasih kepada Organda sebagai payung daripada sopir-sopir angkutan kota dan angkutan desa yang telah hadir dalam pertemuan," paparnya.

Karena dengan hadirnya seluruh pihak terkait, kesepakatan penyesuaian tarif bisa disepakati secara bersama.

Idham juga menjelaskan, meski harus menggunakan bahan bakar jenis pertalite, para sopir angkutan tetap mendapat subsidi.

Harga normal pertalite, kata Idham, yakni Rp7.850, namun khusus untuk angkutan umum, termasuk roda dua dan tiga, pertalite bisa diperoleh dengan harga Rp 6.850.

"Iya, jadi ada subsisdi Rp 1000. Makanya kami rapat dan Alhamdulillah dari pengusaha angkutan, sopir, sepakat menyesuaikan harga," jelasnya.

Ia menegaskan jika posisi Dinas Perhubungan selaku pemerintah berada di posisi tengah.

"Kami tidak akan memberatkan masyarakat dan juga tidak menyusahkan para pengusaha. Kami berada di tengah, dan Alhamdulillah diperoleh kesepakatan penyesuaian harga ini," pungkasnya.

Sekadar diketahui, sebelumnya, puluhan sopir angkutan kota (Angkot) alias pete-pete, di Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan (Sulsel), menggelar aksi mogok kerja, Selasa (28/9/2021) siang.

Mereka hanya memarkir mobilnya di pinggir jalan poros Bontomalengo-Sawere, tepatnya di Dusun Kampung Baru, Desa Bontomacinna, Kecamatan Gantarang, Kabupaten Bulukumba.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved