IKA FPIK UMI Makassar

IKA FPIK UMI Makassar Hadirkan Political Ecologist Irendra Radjawali di Webinar Disrupsi Perikanan

Kegiatan ini menghadirkan Scientist atau Political Ecologist Irendra Radjawali ST MSc PhD sebagai narasumber.

dok ika fpik umi
Ikatan Alumni Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (IKA FPIK) UMI Makassar menggelar webinar via Zoom, 15 September 2021 lalu. Webinar tersebut mengangkat tema "Pengembangan Sektor Perikanan dan Kelautan Menghadapi Disrupsi Digital dan Teknologi" 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Ikatan Alumni Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (IKA FPIK) UMI Makassar menggelar webinar via Zoom, 15 September 2021 lalu.

Webinar tersebut mengangkat tema "Pengembangan Sektor Perikanan dan Kelautan Menghadapi Disrupsi Digital dan Teknologi"

Tampak hadir dalam ruang zoom, Dekan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan UMI Dr Ir Asbar MSi, Dosen FPIK UM Dr Ir H Andi Tamsil MSi dan peserta webinar dari Sabang sampai Merauke.

Kegiatan ini menghadirkan Scientist atau Political Ecologist Irendra Radjawali ST MSc PhD sebagai narasumber.

Ketua IKA FPIK UMI Makassar Dr Ir H Mauli Kasmi SPi MSi membuka kegiatan webinar yang diikuti 150-an peserta via daring.

Dalam sambutannya, Mauli mengatakan, di masa seperti ini dan juga ke depan, semua dituntut tetap produktif. Meski saat ini masih pandemi.

"Terlebih lagi kita akan menghadapi era disrupsi digital dan teknologi, bagaimana menghadapinya?," ungkap Mauli Kasmi.

Disrupsi dimaknai dengan keberadaan perkembangan teknologi digital, melahirkan inovasi yang menggantikan sistem lama.

Karena itu, cara-cara dalam berusaha harus bisa beradaptasi dengan cara-cara baru, karena teknologi membuat lebih efisien dan lebih bermanfaat. 

"Hal tersebut senada dengan pernyataan pakar ekonomi manajemen Rhenald Kasali dalam bukunya “Disruption” (2016)," lanjut Mauli.

Adaptasi Sebelum Terdisrupsi

Pada kesempatan itu, narasumber Irendra menegaskan tantangan ke depan semakin berat dengan makin banyaknya usaha yang terkena disrupsi.

Namun peluang atau kesempatan usaha yang bisa diambil juga sangat besar. Terutama di sektor perikanan dan kelautan.

"Saat ini perkembangan bisnis rintisan (start-up) yang berbasis teknologi informasi baik yang menginisiasi aplikasi informasi produk hasil-hasil perikanan maupun pemasaran produk perikanan mulai menjamur di Indonesia," ujarnya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Timur
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved