Breaking News:

Info CPNS

Banyak Guru Honorer Tak Capai Passing Grade, Dekan FKIP Unismuh Harap Ada Kebijakan dari Pemerintah

Erwin berharap Nadiem Makarim melihat Indonesia ini bukan hanya dalam kacamatan Kota-kota besar. 

Penulis: Siti Aminah | Editor: Saldy Irawan
tribun-timur
Dekan FKIP Unismuh Erwin Akib 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) PPPK guru telah dilaksanakan sejak 13 hingga 17 September 2021. 

Seleksi kompetensi 1 PPPK guru ini untuk mengisi posisi di guru SD, SMP, SMA, hingga SLB.

Informasinya, banyak guru honorer di daerah terpencil tidak capai passing grade.

Mendengar hal tersebut, Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar Erwin Akib PhD berharap agar Mendikbud-Ristek memberi kebijakan khusus bagi guru honorer di atas 35 tahun.

Misalnya dengan mengangkat mereka sebagai Aparat Sipil Negara (ASN) Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja ( PPPK ).

“Ada di antara mereka yang telah mengabdi sekitar 30 tahun, mencerdaskan anak bangsa di daerah terpencil. Seharusnya passing grade bisa tersubstitusi dengan rekam jejak pengabdian mereka,” ucap Erwin, Minggu (19/09/2021). 

Dekan FKIP Unismuh Makassar ini menyebut, ketulusan para guru honorer tersebut dalam mengabdi selama puluhan tahun, seharusnya diberi apresiasi oleh negara. 

Menurutnya, dari segi kecerdasan intelektual, bisa saja mereka di bawah standar yang dipersyaratkan.

Tapi mereka memiliki kecerdasan emosional luar biasa, memiliki kepedulian mencerdaskan kehidupan generasi masa depan.

"Mereka punya peran penting, khususnya di daerah-daerah yang masih kekurangan guru,” jelas Alumni Program Doktor Universiti Teknologi Malaysia (UTM) ini.

Erwin berharap Nadiem Makarim melihat Indonesia ini bukan hanya dalam kacamatan Kota-kota besar. 

Kualitas guru memang penting, tapi seharusnya yang menjadi prioritas adalah pemerataan. .

"Untuk kota-kota besar, silakan saja Kemdikbud fokus mengakselerasi kualitas, tapi untuk daerah tertinggal, terdepan dan terluar, perlu ada kebijakan khusus, apalagi bagi para guru honorer yang telah mengabdi puluhan tahun,” harap Erwin.

Besar harapannya kepada para legislator agar menyuarakan keluhan para honorer di pusat.

“Kalangan Kampus, Ormas ataupun NGO yang peduli pendidikan hanya bisa bersuara dari luar, harapan kami para legislator di senayan yang bisa mendorong kebijakan khusus bagi para guru honorer,” tutupnya. (*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved