Simpang Susun Semanggi Era Ahok & Tugu Sepatu Era Anies, EK:Tidak Perlu Dibandingkan. Daripada Mules
Eko Kuntadhi memposting kolase foto Ahok saat mempresentasikan Simpang Susun Semanggi dengan foto Anies yang sudah edit mempresentasikan Tugu Sepatu.
“Artinya kami menghiasi kota agar menarik, supaya setara kota-kota di dunia. Kan bisa, kalian keliling dunia coba dicek di Google di setiap negara, di setiap kota kan ada produk menarik yang dapat menarik perhatian, bisa selfie di situ, dan lain sebagainya,” kata Ariza.
Seperti diketahui, instalasi sepatu raksasa yang didominasi warna putih itu diletakkan di atas sebuah benda yang mirip dengan panggung berwarna biru.
Terdapat beberapa tulisan di panggung sepatu raksasa tersebut, antara lain “Kolaborasi Untuk Kemajuan”, “a city of collaboration” dan “xpresi.sepatucompass.com”.
Di bawah tugu sepatu itu juga terdapat QR code yang ketika dipindai berisi surat terbuka untuk para pejuang industri kreatif di Indonesia.
Surat terbuka tersebut menjelaskan bahwa instalasi sepatu raksasa di tengah-tengah Ibu Kota merupakan bagian dari Festival Kolaborasi Jakarta.
Simpang Susun Semanggi: Dimulai Ahok, Diselesaikan Djarot, Diresmikan Jokowi
Pembangunan simpang susun Semanggi dimulai pada Jumat (8/4/2016).
Mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok yang meresmikan awal pembangunannya.
Pembangunan simpang susun Semanggi tidak menggunakan dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), melainkan menggunakan dana kompensasi lantai bangunan (KLB) dari PT Mitra Panca Persada dengan nilai sekitar Rp 360 miliar.
Ahok begitu membanggakan proyek simpang susun Semanggi dan menyebutnya sebagai proyek monumental karena dibangun dengan bentang terpanjang di atas jalan tol dalam kota secara full precast melengkung (hiperbolik).
"Ini sejarah sipil pertama Indonesia yang memasang precast membentang sepanjang 80 meter di atas Semanggi. Jadi ini pertama kali sejarah Semanggi kita konstruksi sipil begitu luar biasa," kata Ahok, saat meresmikan pembangunan simpang susun Semanggi, Jumat (8/4/2016).
Ahok juga senang karena infrastruktur semegah ini dibangun tanpa menggunakan dana APBD.
Dia bangga bisa membuat pengembang melunasi kewajiban KLB dalam bentuk infrsatruktur yang berguna untuk warga.
Pembangunan dilanjutkan oleh Djarot yang menggantikan Ahok sebagai Gubernur DKI Jakarta pada 2017.
Diketahui, Wakil Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat resmi diangkat menjadi Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur DKI Jakarta menggantikan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok.